Ratusan Karyawan di Kota Serang Kehilangan Pekerjaan Akibat Covid-19

  • Whatsapp
karyawan kota serang
Ilustrasi - Ratusan karyawan di Kota Serang, Banten, terkena PHK akibat Covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Ratusan karyawan sejumkah perusahaan di Kota Serang harus kehilangan pekerjaan. Mereka dirumahkan, bahkan menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menyusul mewabahnya Covid-19 di Ibu Kota Provinsi Banten tersebut.

Ada 11 perusahaan yang melakukan PHK dan merumahkan karyawannya, diantaranya Hotel Ultima Horison Ratu merumahkan 58 karyawan, Ramaya Department Store merumahkan 31 karyawan dan mem-PHK 11 orang.

Bacaan Lainnya

Kemudian, restoran S’Rizki merumahkan 26 orang pekerjanya, Restoran KFC dan MCD masing-masing 2 merumahkan dua orang karyawan, dan pabrik kerupuk yang merumahkan sebanyak 8 orang pekerjanya.

Kemudian ada PHK di PT Anugerah Prima Pangan Lestari sebanyak 2 orang, PT Glico Indonesia/Poki 4 orang, dan SPG Tessa, Blueband Giant Serang dan Sumber Alfaria Trijaya Tbk masing-masing mem-PHK sebanyak 1 orang karyawannya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Serang, Akhmad Banbela membenarkan perusahaan tersebut ada yang melakukan PHK dan merumahkan karyawannya. Dan tentu saja, kata dia, kondisi itu berdampak pada Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Serang.

“Bagi yang dirumahkan, walaupun status sebagai karyawan tapi imbalan yang diterima tidak sebesar yang biasa diterima, yaitu 50 persen atau didasarkan pada kesepakatan antara perusahaan dengan karyawannya,” katanya kepada wartawan di Kota Serang, Selasa (21/7/2020).

Banbela mengaku meski tidak menerima aduan akibat dari PHK atau karyawan yang dirumahkan, namun demikian pihaknya mengakui Kota Serang sangat terdampak dengan adanya pandemi Covid-19.

“Karena Kota Serang ibu Kota Provisni Banten, tentu saja terdampak sekali karena Covid-19. Karena ada warga Kota Serang yang bekerja diluar Kota Serang, seperti di Kabupaten Serang, Tangerang atau Jakarta, mereka bahkan ada yang di-PHK, meski bukan perusahaan di Kota serang,” imbuhnya

Langkah yang bisa dilakukan Disnaker, sambung Banbela, yaitu dengan adanya job fair atau bursa kerja sebagai penyambung antara kebutuhan tenaga kerja dengan minat para pencari kerja (Pencaker).

Banbela mengklaim bursa kerja menyambungkan antara kebutuhan tenaga kerja dengan minat para pencari kerja untuk bisa bekerja di sejumlah perusahaan. Namun saat ini, menurut Banbela, jangankan untuk merekrut pekerja baru, yang ada saja banyak dirumahkan.

Selain itu, dikatakan Banbela, sebelum perusahaan membuka lowongan pekerjaan pihaknya tengah menguatkan kualitas SDM, agar memiliki bekal yang cukup, terlebih bisa memiliki produksi sendiri.

“Sudah ada sablon digital,  ini potensi pasar cukup terbuka di Kota Serang, karena ada wisata ziarah di Banten. Itu sudah berjalan di Kuranji, sekarang ini baru 30 orang sudah kami latih wirausaha,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.