Ratusan Jawara Banten Deklarasikan Anti Anarkisme, Perusuh itu Bukan Warga Banten!

  • Whatsapp
jawara banten
Para jawara perguruan silat di Banten mendeklarasikan tolak anarkisme di Mapolda Banten.

SERANG, REDAKSI24.COM – Lebih dari 100 jawara perguruan persilatan di Provinsi Banten, bersama TNI/Polri mendeklarasikan cinta damai menolak tindakan anarkisme di Mapolda Banten, Kota Serang, Selasa (20/10/2020).

Kegiatan Deklarasi Cinta Damai dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar, Wakapolda Banten Brigjen Pol Wirdhan Denny, bersama para Pejabat Utama Polda Banten, Danrem 064/MY Brigjen TNI Gumuruh serta unsur tokoh masyarakat lainnya.

Bacaan Lainnya

Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar mengatakan deklarasi damai yang dilakukan para Jawara dan perguruan persilatan di Banten merupakan kelanjutan dari deklarasi sebelumnya, yang dilakukan 25 organisasi kepemudaan (OKP) dan organisasi masyarakat (Ormas).

Irjen Pol Fiandar mengatakan, tujuan kegiatan tersebut agar menolak tindak anarkis dalam setiap penyampaian pendapat dimuka umum, mengingat masyarakat Banten lebih memilih Cinta Damai.

“Deklarasi ini muncul, karena ada pertentangan UU Cipta Kerja, perbedaan itu biasa. Tapi perbedaan ini jangan diimplementasikan dalam anarkisme. Salah satu budaya Banten tampil untuk mendeklarasikan Banten cinta damai. Total ada 100 perguruan Banten yang mendukung Banten tanpa anarkis,” kata Fiandar.

BACA JUGA: Tokoh Banten Selatan Minta Presiden Cabut Moratorium Pemekaran Daerah Dicabut

Fiandar juga menyampaikan, begitupun juga berkaitan pelaksanaan Pilkada di empat daerah, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangsel, bisa berlangsung damai tanpa ada konflik horisontal dan masyarakat dihimbau agar tidak mudah terprovokasi serta termakan isu hoaks.

“Saya yakin semuanya mendukung deklarasi cinta damai, anti kekerasan. Dikedepankan dialog, bicarakan masalahnya, jika tidak ada titik temu tempuh jalur hukum bukan jalanan. Jadi tidak usah pakai otot, pengerusakan, bentrok antara aparat dengan warga tidak perlu, mubazir, rugi semua,” kata Fiandar.

Seorang tokoh Banten, H Embay Mulya Syarief berharap semua pihak bisa bersama dalam menjaga keamanan di lingkungannya masing-masing. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) ikut serta menjaga kondusifitas di perkampungannya, sehingga keamanan dan ketertiban bisa terpelihara dengan baik.

Menurut Embay, perusuh dan perusak Banten, bukan warga Banten. Karena orang asli Banten dikenal cinta damai dan sangat toleran.

“Yang bikin ribut bukan orang Banten, mereka orang luar yang hanya bikin gaduh. Sampaikan ke seluruh jajaran (DKM), semoga bisa diikuti oleh lingkungan masjid-masjid di seluruh Banten. Bagi yang bikin rusuh, mereka akan ditindak dengan tegas,” kata Embay.

Harapan yang sama iuga disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Pendekar Banten Abdurrahman. Dia bersama seluruh anggotanya akan ikut serta menjaga ketertiban dan keamanan di Bumi Jawara tersebut.

“Jawara bersama Polda Banten, mendukung cinta damai. Tentunya kami berharap Banten cinta damai,” tandas Abdurrahman.(ANT/DIFA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.