Ratusan Dokter di Pandeglang Mulai Disuntik Vaksin COVID-19

  • Whatsapp
Vaksin COVID-19, Nakes, Pandeglang, dokter pandeglang

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Ratusan dokter di Kabupaten Pandeglang, mulai disuntik vaksin COVID–19. Upaya tersebut dilakukan sebagai upaya dalam menekan angka penyebaran virus corona. Terlebih wilayah Pandeglang masuk zona merah penyebaran virus yang berasal dari Wuhan Tiongkok tersebut.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengungkapkan, memang vaksin COVID-19 untuk Pandeglang datang lebih cepat, karena awalnya jadwalnya itu di termin kedua pada tahap pertama yakni di sekitar bulan Februari.

Bacaan Lainnya

Diakuinya, untuk sasaran pertama dalam vaksinasi ini adalah dokter-dokter dengan jumlah sebanyak 176 dokter. Sebab mereka (dokter, red) menjadi garda terdepan dalam melakukan penanganan pasien.

“Para dokter resistensinya cukup tinggi, karena mereka (dokter) menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemi COVID-19 ini,” ungkap Bupati Irna usai melakukan launching vaksinasi  COVID-19 di Gedung Pendopo Pandeglang, Senin (25/1/21).

Setelah para dokter yang divaksin lanjut Irna, terhadap para tenaga kesehatan yang tersebar di sebanyak 51 fasilitas kesehatan di Pandeglang.

“Setelah para dokter dan nakes divaksin, tahapan selanjutkan akan dilakukan terhadap para pegawai yang berada di pelayanan umum, TNI dan Polri serta masyarakat lainnya,” katanya.

Menurutnya, vaksinasi itu dilakukan secara bertahap, terlebih kata dia, selain jumlah vaksinnya masih terbatas, dan untuk vaksinasi masyarakat umum pihaknya harus terus melakukan sosialisasi, supaya masyarakat memahami betul-betul manfaat vaksin ini.

“Memang tidak menutup kemungkinan masih ada masyarakat yang berasa takut divaksin, makanya kami akan terus melakukan sosialisasi terlebih dahulu,” ucapnya.

Terpisah, juru bicara tim Satuan Tugas (Satgas) penanggulangan covid-19 Pandeglang, dr Achmad Sulaeman mengaku, vaksin tahap pertama di termin kedua ini dilakukan terhadap nakes terlebih dahulu yakni seluruh dokter di Pandeglang.

Namun memang kata dia, dari sebanyak 176 dokter yang ada, tidak semuanya disuntik vaksin, karena ada sebagian dokter yang tidak memenuhi untuk disuntik vaksin.

“Ya kurang lebih sekitar 10 persen dari jumlah dokter yang ada tidak disuntik vaksin. Diantaranya karena sedang mengalami hipertensi, diabetes dan ada beberapa yang mengalami penyakit lain seperti alergi. Sehingga tidak cocok untuk divaksin,” tandasnya. (Samsul/Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.