Ratu Ati Marliati: Sukses Cilegon Tak Boleh Henti!

  • Whatsapp
Ratu Ati Marliati
Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati mengukuhkan Tim Pemenangan dan Relawan, di depan Gedung Golkar, Kota Cilegon, Sabtu (7/3/2020).

CILEGON, REDAKSI24.COM – Meriah! Begitu kata paling pas untuk menggambarkan suasana Deklarasi Tim Pemenangan dan Tim Relawan Bakal Calon (Bacalon) Wali Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati,  di depan Gedung Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Cilegon, Sabtu (7/3/2020).

Pantauan Redaksi24.com di lokasi, pada deklarasi sekaligus pengukuhan tersebut, Ratu Ati Marliati mengakui, antusiasme para relawan, baik yang tergabung dalam Partai Golkar maupun non partai, membangkitkan semangat dan optimisme bagi dirinya sebagai kandidat Wali Kota Cilegon periode 2020-2025.

Bacaan Lainnya

“Ibarat burung, saya seperti memiliki dua sayap yang kukuh untuk terbang tinggi di atas langit politik Cilegon,” kata Ratu Ati Marliati dalam orasi politiknya.

Dengan nada agak emosional, Ratu Ati mengibaratkan, saat ini ada banyak burung lain yang saat ini juga mulai terbang dan melakukan berbagai manuver di udara. “Dari mulai cara-cara yang normal sampai dengan cara yang tidak normal. Terdapat banyak indikasi berupa memprovokatif untuk menjatuhkan saya sebagai kandidat,” ungkapnya.

Calon wali kota yang diusung Partai Golkar itu secara lugas mengatakan, semua itu dianggap riak biasa dalam demokrasi untuk mencari perhatian. Kalau lawan politik sudah tidak percaya diri, menurut Ratu Ati, biasanya jalan yang paling mudah adalah memprovokasi warga untuk membuat kesan jelek atau buruk kepada rivalnya.

“Inilah hari-hari yang saya alami belakangan ini. Dan mungkin akan terus berlanjut seiring tahapan Pilkada yang semakin dekat,” imbuhnya.

Ratu Ati Marliati
Ratu Ati Marliati saat menyampaikan orasi politiknya pada pengukuhan tim pemenangan dan relawan, Sabtu (7/3/2020).

Tetapi, Ratu Ati menegaskan, semua itu tidak akan membuat dirinya Baper (bawa perasaan). Ia juga meminta para pendukungnya semua tidak Baper dan tidak reaktif menghadapi prilaku buruk rival-rival politiknya.

“Sebab kita harus pegang prinsip demokrasi itu baik, niat kita baik dan kita percaya masyarakat Cilegon baik. Karenanya kita akan terus menempuh dengan cara-cara yang baik” katanya. “Jangan lupa, hakekat demokrasi adalah fastabiqul khairat, berlomba-lomba untuk kebaikan,” tambahnya.

Lanjut Ati, menurutnya, niat baik dan kebaikan adalah kekuatan itu sendiri. Sampai pada tingkat tertentu. Jika sudah melampaui batas kepatutan, dirinya juga tidak akan diam dan akan menempuh cara-cara yang dibenarkan secara hukum.

“Cilegon bukan hanya warisan sebuah kota. Cilegon adalah amanat pengabdian yang harus dirawat dan dilanjutkan,” ujarnya yang disambut tepuk tangan ratusan pendukungnya.

Ia juga menambahkan, ada begitu banyak kemajuan yang sudah diraih di berbagai sektor pembangunan. Mulai dari sektor pembangunan fisik maupun nonfisik.  “Semua itu tidak mungkin kita hentikan atas nama klaim sebuah perubahan,” imbuhnya.

Gerak pembangunan yang dilakukan hari ini, lanjutnya, adalah kelanjutan dari gerak masa lalu, dan gerak yang akan ditempuh pada masa mendatang dengan berpijak dari gerakan hari ini. “Lalu dari mana logikanya jika membangun kota ini dengan cara meninggalkan masa lalu?” kata Ratu Ati dengan nada tanda tanya.

Masih kata Ratu Ati, yang bisa dilakukan adalah rangkaian gerak penyempurnaan dari waktu ke waktu. Sebab membangun sebuah kota dan masyarakat, menurutnya, tidak mungkin berangkat dari titik nol dengan cara membuang capaian masa lalu dan capaian hari ini. Kalau pun ada, itu tidak lebih dari retorika yang kosong belaka.

“Itu sebabnya saya menetapkan sebuah kredo, tagline Sukses Cilegon Tak Boleh Henti,” tegasnya.

Ratu Ati Marliati
Ratu Ati Marliati mengingatkan para pendukungnya untuk berpolitik santun dalam menyerap aspirasi masyarakat Kota Cilegon.

Di depan ribuan relawan, Ratu Ati menyatakan bertekad untuk terus maju. “Hari-hari yang saya lalukan bersama segenap tim dan simpatisan, adalah menghampiri dan berjumpa dengan banyak warga dari beragam lapisan. Saya berdialog dengan mereka, mendengar dan menyerap langsung harapan terdalam mereka. Ini sangat penting saya lakukan ketimbang harus meladeni berbagai prasangka buruk yg ditiupkan sementara pihak,” katanya.

BACA JUGA:

. Jelang Pilkada Cilegon, Golkar Siapkan Tim Pemenangan Ati Marliati

Ati mengaku, berjumpa dan mendengar langsung harapan masyarakat khususnya masyarakat bawah, memberinya energi positif untuk menatap Cilegon masa mendatang. Sebab ada begitu banyak agenda penting yang masih harus dilakukan.

“Masyarakat atau warga sebenarnya adalah majikan demokrasi,” tambahnya. Masyarakatlah, menurut Ati, yang memiliki kedaulatan. Rakyatlah yang berkuasa, dan memiliki kearifan untuk menentukan pemimpin yang mereka inginkan.

“Tugas kita termasuk saya, adalah memberi kabar gembira, harapan baik, bahwa Cilegon ke depan akan menjawab harapan-harapan itu,” katanya.

Sebelum menutup orasi politiknya, Ratu Ati berpesan kepada relawan dan tim pemenangannya, agar mendekati warga dengan cara yang baik dan simpatik. “Beri mereka informasi yang benar, baik tentang diri saya selaku kandidat maupun terkait berita dan rumor yang beredar ditengah masyarakat,” tandasnya.(Advertorial)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.