Ratih Puspa Diperiksa Polisi Atas Penistaan Agama Oleh Sukmawati Soekarnoputri

  • Whatsapp
sekjen korlabi novel bamukmin
Novel Bamukmin, Sekjen Korlabi- istimewa

JAKARTA, REDAKSI24.COM– Sekretaris Jenderal Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi), Novel Bamukmin, menyatakan pihaknya akan turut serta mendampingi salah satu simpatisannya yang melaporkan Sukmawati Soekarnoputri dalam pemeriksaan polisi hari ini di Polda Metro Jaya.

“Hari ini adalah jadwal pelapor yang bernama ibu Ratih Puspa Nusanti untuk diperiksa sebagai pelapor kasus dugaan tindak pidana penistaan agama di Polda Metro Jaya, ujarnya melalui aplikasi pesan kepada Redaksi24.com, Senin pagi (25/11/2019).

Bacaan Lainnya

Novel mengatakan, Ratih Puspa Nusanti, direncanakan akan diperiksa sebagai pelapor kasus dugaan penistaan agama di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada pukul 14.00 WIB nanti.

Dalam keterangan pers yang bertanda tangan Ketua Korlabi, Damai Hari Lubis, Ratih merupakan pelapor pertama kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Sukmawati.

BACA JUGA:

Novel Bamukmin Dipanggil Polda Metro Jaya Terkait Kasus Ninoy

Sebagaimana diketahui, Ratih Puspa selaku simpatisan Korlabi melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya karena ucapannya yang membuat perbandingan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden ke-1 RI Soekarno.

Ucapan Sukmawati itu dilontarkan pada saat ia menghadiri sebuah diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ di The Tribrata, Jakarta Selatan, pada Senin (11/11/2019).

Dalam diskusi itu, awalnya Sukmawati berbicara tentang perjuangan Indonesia merebut kemerdekaan RI dari jajahan Belanda. Kegiatan itu sendiri dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019. Sukmawati kemudian melontarkan pertanyaan tersebut kepada forum yang kemudian menuai kontroversi.

Ratih pun membuat laporan penistaan agama ke polisi yang dilayangkan pada 15 November 2019 dan telah diregister dengan nomor LP/7393/XI/2019/PMJ/Dit.Reskrimum.

“Kami berharap pemeriksaan pelapor berjalan lancar dan hasilnya bisa dikembangkan menjadi proses lanjutan untuk terlapor diperiksa dan bisa terlapor dijadikan tersangka dari hasil gelar perkara nanti yg kami harapkan gelar perkara secara terbuka” tutup Novel. (Alfin/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.