Rapid Test Dinilai Efektif Untuk Mendeteksi Covid-19

  • Whatsapp
ulama kota serang
Sejumlah ulama, ormas, jawara mendeklarasikan dukungan terhadap rapid test untuk mendeteksi covid-19.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah ulama, santri, jawara dan ormas di Kota Serang, Banten, mendeklarasikan dukungan terhadap rapid test untuk menekan penyebaran covid-19 di Ibu Kota Provinsi Banten.

Salah satu pengurus Ormas Kota Serang, Ucu Suhada mengatakan, deklarasi tersebut merupakan bentuk kebersamaan atau sinergisitas antara pemerintah dengan warganya. Pihaknya, kata Ucu, juga memiliki kewajiban memberikan pemahamam kepada masyarakat tentang bahaya covid-19.

Bacaan Lainnya

“Deklarasi ini merupakan kebersamaan antara pemerintah dengan warganya, antara ulama dan umaro,” katanya kepada wartawan usai deklarasi di Pondok Pesantren Salafy Al Idrisyah Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Jum’at (19/6/2020).

Ucu tidak sependapat  dengan pihak-pihak yang menolak rapid test. Menurutnya, penolakan tersebut sama saja menghalangi upaya pencegahan penyebaran covid-19. Melalui rapid test, kata dia, pemerintah ingin mengantisipasi agar warganya tidak terinfeksi covid-19.

“Kami bagian dari warga Kota Serang, maka mendukung upaya pemerintah dalam memberikan jaminan kesehatan bagi warganya,” tegasnya.

Rapid test itu, dikatakan Ucu, merupakan kewajiban pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran covid-19. Terlebih saat ini muncul istilah Orang Tanpa Gejala (OTG) yang bisa saja menjadi episentrum penyebaran Covid-19.

“Kita tidak tahu terpapar atau tidak. Ketika ada orang yang dirapid test hasilnya reaktif, tim medis perlu mengantisipasinya dengan menjalani prtokol kesehatan,” jelasnya.

Disinggung apakah akan ada diskusi dengan warga yang menolak dilakukan rapid test, Ucu mengaku belum ada. Namun menurut dia, tidak ada pro kontra terkait rapid test. Sebab pihaknya mengaku hanya ingin meluruskan pentingnya rapid test untuk mendeteksi covid-19.

“Mudah-mudahan tidak ada istilah pro kontra, tetapi menjadi kewajiban semua pihak untuk memberantas covid-19,” tandasnya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.