Raperda RTRW Pemkot Cilegon Minimalisir Potensi Bencana Melalui Mitigasi

oleh -
Raperda RTRW Cilegon
Wali Kota Cilegon Edi Ariyadi mengapresiasi pandangan fraksi di DPRD Cilegon terkait Raperda RTRW.

CILEGON, REDAKSI24.COM – DPRD Kota Cilegon menggelar Rapat Paripurna jawaban Wali Kota Cilegon atas tanggapan fraksi terhadap Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Cilegon, di Aula DPRD Kota Cilegon, Banten, Rabu (12/2/2020).

Wali Kota Cilegon, Edi Ariyadi mengucapkan rasa terimakasih kepada pimpinan DPRD, beserta seluruh perangkat dewan yang telah memberi pandangan terhadap Raperda tentang RTRW Kota Cilegon. Raperda RTRW, kata wali kota, salah satu poinnya tentang upaya meminimalisir potensi bencana melalui mitigasi.

“RTRW Kota Cilegon, sifatnya umum, itu bagian dari penjabaran RTRW provinsi, tujuannya sama, soal kebijakan, strategi penataan ruang, rencana struktur ruang wilayah kota, rencana pola ruang, penetapan rencana strategis, arah pemanfaatan dan yang terakhir penentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kota,” paparnya.

Lanjut wali kota, RTRW Kota Cilegon juga memadukan serta menyerasikan tata guna tanah, udara, air dan sumber daya alam lainnya dalam satu kesatuan tata lingkungan yang harmonis dan dinamis.

BACA JUGA:

. Kantor Imigrasi Kota Cilegon Sisir Perusahaan Yang Gunakan TKA

. Virus Corona Mewabah, 40 TKA Asal Tiongkok Belum Bisa Balik Ke Cilegon

. Wali Kota Cilegon Ingatkan ASN Untuk Tingkatkan Kedisiplinan

Karena itu, menjrut dia, penyusunan RTRW didasarkan pada upaya untuk mewujudkan tujuan penataan ruang wilayah yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan.

“Kota Cilegon ini kan punya potensi bencana alam dan bencana industri, kami harus menyadari itu. Karena itu pemerintah membuat kebijakan berbasis mitigasi bencana, menganalisis sifat, karekteristik, dan kondisi lingkungan,” jelas Edi.

Lebih lanjut Edi menyebut, saat ini konsep mitigasi bencana mengalami pergeseran paradigma, dari konvensional menuju holistik, yaitu beralih dari paradigma bantuan darurat menuju ke paradigma mitigasi dan juga sekaligus paradigma pembangunan.(Firasat/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.