RAPBD Banten 2020 Masih Didominasi Pajak Kendaraan Bermotor

  • Whatsapp
rapbd 2020
Anggota Banggar DPRD Banten, Ahmad Faizal.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banten secara maraton membahas postur RAPBD 2020 dari hari Selasa sampai Rabu (30-31/10/2019) di Pendopo Gubernur, Kota Serang. Meski masih ada tenggat waktu sampai akhir bulan November, namun Banggar menargetkan akhir bulan Oktober selesai pembahasan.

Anggota Banggar dari Fraksi Golkar, M. Faizal mengatakan, setelah ada masukan anggaran dari masing-masing komisi yang menaungi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihaknya akan melakukan penyisiran terhadap program-program yang ada di pemerintahan. Sehingga kemudian setiap komisi bisa memetakan antara program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dengan program untuk belanja kebutuhan.

Bacaan Lainnya

“Mereka didorong supaya bantuan-bantuan yang dirasakan oleh masyarakat itu lebih diutamakan,” katanya.

BACA JUGA:

. DPRD Banten Kebut Pembahasan RAPBD 2020

. Dewan Tunda Pembahasan RAPBD Banten 2020

. Dewan Minta Upah Guru Honorer Di Banten Harus Terus Ditingkatkan

Terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Banten, Faizal mengatakan, mengalami kenaikan sekitar 11 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut masih didominasi pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Sementara sektor lainnya hanya mampu menyumbang sekitar 8 persen dari total jumlah PAD Provinsi.

“Seperti dari sektor retribusi. Meski tidak bisa menjadi pendapatan andalan, jika dioptimalkan sektor ini cukup membantu. Tahun ini pendapatan dari sektor retribusi mencapai 20 miliar Rupiah,” ujarnya.

Karena itu Faizal berharap Pemprov Banten mampu memaksimalkan sektor yang lainnya yang berpotensi dapat menambah PAD, seperti akan mengefektifkan pemakaian aset kekayaan daerah dan meningkatkan retribusi lainnya. “PAD dari PKB sekitar 8 triliun rupiah. Ini belum termasuk dana perimbangan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Almukhtabar mengatakan, pihaknya kini sedang membahas nota pengajuan anggaran dari masing-masing komisi di DPRD Banten. Nota ajuan anggaran dari komisi itu berasal dari masukan sejumlah OPD yang telah melaksanakan rakor bersama komisi beberapa hari yang lalu.

“Dalam Rakor antara OPD dengan komisi itu, tentu ada koreksi, masukan sampai pada pengurangan dan penambahan anggaran. Hasilnya kemudian mereka usulkan hari ini,” katanya.

Setelah selesai dari sini, lanjut Mukhtabar, pihaknya selaku Ketua TAPD akan mengonsultasikannya kembali bersama pimpinan dewan dalam rangka finalisasi RAPBD 2020. “Mudah-mudahan Rabu depan kami akan kembali bertemu untuk finalisasi,” tandasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.