Ramadhan 1442 Ini Wali Kota Tangerang Keluarkan SE Boleh Tarawih dan Shalat Ied di Masjid

oleh -
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismamsyah.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Menghadapi bulan Ramadhan, Pemerintah Kota Tangerang menerbitkan surat edaran Wali Kota Nomor : 180 / 1208 -Hukum/2021, tentang Panduan Ibadah di bulanĀ  bulan tersebut dan Idul Fitri Pada Masa pandemi Coronavirus Disease 2019. Hal itu dilakukan menyusul diterbitkannya surat edaran Kementerian Agama RI tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah atau 2021.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah menjelaskan dalam surat edaran tersebut pelaksanaan shalat tarawih dan shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Jumlah rakaat dapat disesuaikan dengan kebiasaan yang dilakukan oleh setiap masjid atau masalah dan

Pengurus masjid atau mushola dapat mengatur kapasitas jamaah 50 persen dari kapasitas masjid atau mushola dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” Kata Wali Kota di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (8/4/2021).

Selain itu, orang nomor satu di Kota Tangerang tersebut juga menegaskan pengurus masjid atau mushola wajib membentuk satgas Covid-19 yang bertanggung jawab dan memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

“Satgas dapat menginformasikan kepada jamaah bahwa tempat ibadah selalu dilakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan sarana tempat cuci tangan di pintu masuk masjid. Jamaah agar dapat membawa sajadah dan mukena masing – masing serta harus memakai masker dan menjaga jarak,” terang Wali Kota

Ibadah puasa, lanjut Wali Kota dua periode ini juga dapat dilaksanakan sepanjang mematuhi jumlah kehadiran 50 persen dari kapasitas ruangan dan mematuhi protokol kesehatan yang ketat serta harus mendapatkan izin dari satgas Covid-19.

“Untuk sahur on the road, takbir keliling dan kegiatan berkerumun lainnya tidak diperbolehkan,” ungkapnya.

Shalat Idul Fitri, kata Wali Kota boleh dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat dan pengurus dapat membentuk satgas Covid-19.

“Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan Prokes yang ketat, tapi jika perkembangan Covid-19 mendapat peningkatan maka Shalat Idul Fitri dapat ditiadakan,” tukas Wali Kota.

Ketentuan lainnya, peringatan Nuzulul Qur’an wajib memperhatikan protokol kesehatan yang ketat, jumlah jamaah paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan terbuka. Pedagang kaki lima diperbolehkan berdagang sepanjang mematuhi protokol kesehatan secara lebih ketat. Vaksinasi boleh dilakukan selama bulan Ramadhan dengan berpedoman pada fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum Covid-19 pada saat berpuasa. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.