Ramadan, Gepeng Bermunculan di Kota Serang

  • Whatsapp
Dinsos Kota Serang
Gelandangan dan pengemis di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Memasuki lima hari bulan suci Ramadan, gelandangan dan pengemis (Gepeng) atau Penyandang Masalah Mesejahteraan Sosial (PMKS) mulai bermunculan di Kota Serang, Banten. Mereka meminta-minta di seputaran Jalan Jendral Sudirman, Kota Serang.

Diantara PMKS tersebut terlihat dengan bermacam-macam tampilan. Ada diantara mereka yang menarik gerobak, membawa karung, hingga menggendong balita.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Poppy Nopriandi, kondisi tersebut di Kota Serang bukanlah suatu hal yang baru. Bahkan, kata dia, PMKS memiliki teknik tertentu untuk menarik empati warga.

“Intinya mereka kan ingin ada perhatian dari warga sekitar dan kalau orang Kota Serang terutama umat islam kalau di bulan ramadan itu ada top up soal sedekah segala macem,” katanya kepada wartawan di Kota Serang, Selasa (28/4/2020).

Sedekah yang merupakan kebiasaan orang muslim di bulan suci Ramadan dimanfaatkan sejumlah orang dengan menjadi pengemis. Menurut Poppy, mereka membuat skenario menderita agar menimbulkan iba bagi yang melihatnya.

“Mungkin para pemberi itu dengan maksud tulus memberi bantuan, tapi kadang-kadang yang diberi bantuan kadang memanfaatkan itu,” imbuhnya.

Poppy menyarankan warga untuk bersedekah kepada lembaga yang tepat, seperti panti asuhan, atau kepada orang yang membutuhkan. “Tidak pernah ada larangan untuk berbuat baik, cuma maksudnya kalau mau berbuat baik itu bisa disalurkan kepada lembaga yang tepat sasaran,” sarannya.

BACA JUGA:

. Gerindra Kota Serang Siapkan Ribuan Sembako Bagi Warga Terdampak Covid-19

. Bukan Karena Covid-19, Produksi Padi Petani di Kota Serang Menurun

. Ini 8 Lokasi Pengecekan di Kota Serang Bagi yang Nekat Mudik

Hal tersebut juga, menurut Poppy, agar warga tidak malas. Jangan sampai ada pandangan menjadi PMKS penghasilan lebih baik dibanding kerja. “Jangan sampai ada anggapan nongkrong dilampu merah 3 jam penghasilannya lebih besar dari PNS,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku perlu adanya antisipasi dengan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang dan Jakarta dengan mewabahnya virus corona atau covid-19. Sebab menurutnya, bisa jadi PMKS berasal dari 2 daerah tersebut.

“Siapa tahu mereka itu karena disana sudah dilarang jadi beralih kesini,” duganya.(Adi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.