Raki Jubaedi Akui Masih Jabat BPD Mekar Jaya Panimbang

  • Whatsapp
raki jubaidi BPD Muruy Pandeglang
Raki Jubaedi, (pegdang dokumen) didampingi Sekjen Forum BPD Pandeglang, memperlihatkan dokumen kependudukan sebagai warga Desa Muruy, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Menanggapi adanya tudingan kejanggalan dalam proses pencalonan Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, calon anggota BPD Muruy terpilih, Raki Jubaedi tidak membatah masih menjabat sebagai Ketua BPD Mekar Jaya, Kecamatan Panimbang.

Menurut Raki Jubaedi, jabatan BPD di Desa Mekar Jaya, Panimbang, benar masih dijabatnya hingga saat ini. Karena anggota BPD hasil pemilihan yang dilakukan serentak itu belum dilantik, selain itu SK BPD yang dulu belum habis.

Bacaan Lainnya

“Memang benar saya masih menjabat sebagai Ketua BPD Mekar Jaya, karena belum adanya pelantikan BPD baru. Adapun soal dana insentif itu juga benar saya masih menerima, karena itu bagian dari hak saya sebagai BPD,” ungkapnya, saat ditemui di Kecamatan Menes, Pandeglang, Jumat (17/1/2020).

Selain itu lanjut Raki, terkait kehadirannya dalam Musrenbang Desa Mekar Jaya, itu juga benar. Karena pihaknya diundang Sekrtaris Desa (Sekdes) Mekar Jaya. Namun meskipun hadir pada acara Musrenbang, dia mengaku tidak ikut menandatangani usulan Musrenbang, karena sudah terpilih menjadi BPD Muruy.

“Saya hadir sekaligus perpisahan dengan masyarakat dan pemerinatahan Desa Mekar Jaya, karena saya sudah terpilih menjadi BPD Muruy. Jadi saya tidak ikut menandatangi usulan dalam Musrenbang itu,” ujarnya.

Saat ditanya, apakah sebelumnya pernah ikut mencalonkan BPD lagi di Desa Mekar Jaya, Panimbang, Raki juga membenarkan. Namun saat itu tidak terpilih. Yang terpilih itu anaknya, karena dia juga mencalonkan anaknya sebagai anggota BPD Mekar Jaya.

“Setelah itu saya diminta untuk mencalonkan BPD di Desa Muruy. Lalu saya diminta berkas atau persyaratan pencalonan BDP oleh panitia di Desa Muruy, bahkan saat itu hadir Sekdes Muruy, Pak Muslim, dan saya serahkan surat keterngan domisili, Suket dan KK (kartu keluarga) semuanya lengkap,” jelasnya.

BACA JUGA:

. Disdukcapil Pandeglang Kaji KTP Calon BPD Muruy Terpilih

. Seorang Calon Anggota BPD Muruy Terpilih Diduga Janggal

. Calon BPD Terpilih Bukan Warga Muruy, DPMPD Pandeglang Tunggu Putusan Disdukcapil

Menurutnya, proses pemilihan BPD Muruy disaksikan masyarakat Muruy, bahkan pemilihan Ketua BPD juga disaksikan para RT/RW, panitia dan masyarakat Muruy. Jadi tidak ada rekayasa ataupun hal apapun.

“Maka saya bingung ada apa ini kok ramai banget, sampai persoalan saya ini dibahasa di Komisi I DPRD Pandeglang,” katanya.

Dijelaskannya lagi, berdasarkan dokumen kependudukan yang dimilikinya saat ini ia warga Desa Muruy, Kecamatan Menes. Sebab ia sudah mengajukan perpindahan domisili ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Diadukcapil) Pandeglang.

“Pihak Disdukcapil juga sudah menyatakan saya sekarang warga Desa Muruy. Karena saya sudah melakukan permohonan pindah domisili,” terangnya.

Saat ditanya kembali, langkah apa yang akan dilakukannya dalam menanggapi persoalan itu, ia mengaku dikembalikan lagi kepada yang memiliki kewenangan, yaitu DPMPD dan Disdukcapil Pandeglang. Jika dianggap tidak sah menjadi warga Desa Muruy, dia mempesilahkan dokumen identitasnya dicabut. Baik KTP, KK dan lainnya.

“Tapi secara peribadi yang merasa tercemarkan, maka saya rasa perlu melakukan tindakan gugat balik persoalan itu. Termasuk pernyataan Kepala DPMPD yang menyatakan saya menandatangani usulan dalam Musrenbang beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Ketika disinggung soal surat pindah dari Bojong Manik, Raki kembali menjelaskan, sebelum pindah ke Desa Muruy, ia bersama istrinya sempat tinggal di Bojong Manik, karena istrinya yang kedua juga sebelumnya warga Bojong Manik. Setelah itu, sekitar 4 tahun lalu pindah ke Muruy.

“Soal surat pindah dari Bojong Manik, karena istri saya orang sana (Bojong Manik, red) dan saya numpang di istri saya, karena istri saya ingin pindah ke Muruy, tentu harus ada surat pindah. Maka itu saya tempuh,” jelasnya lagi.

Bahkan, tambah Raki, pihaknya sebetulnya sudah 4 tahun tinggal di Muruy. Namun secara dokumen kependudukan baru dipindahkan 2019 lalu, karena ia akan mencalonkan BPD, maka semua dokumen kependudukan harus dibenahi.

“Karena saya punya beban moral akan dicalonkan BPD Muruy, tentu dokumen kependudukan harus saya benahi dan sekarang semua sudah selesai, saya sudah menjadi warga Desa Muruy,” tandasnya.

Sementara Kepala DPMPD Pandeglang, Doni Hermawan, tidak menanggapi saat dihubungi melalui sambungan telpon selulernya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.