Raker dengan Komisi X, Menpora Ajukan Anggaran Rp 3,7 Triliun Untuk Persiapan Atlet ke Berbagai Event

  • Whatsapp
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali melakukan Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (24/6/2020).

Dalam raker tersebut, Menpora mengajukan anggaran untuk Kemenpora sebesar 3,7 triliun rupiah dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas Nomor S-376/MK.02/2020 dan B-310/M.PPN/D.8/PP.04.02/05/2020 tanggal 8 Mei 2020 perihal Pagu Indikatif Belanja Kementerian/Lembaga TA 2021, Kemenpora telah menyampaikan batas anggaran RAPBN 2021 sebesar 2,27 triliun rupiah.

Menpora Zainudin Amali mengatakan pihaknya mengajukan tambahan anggaran sebesar 1,7 triliun rupiah dikarenakan masih ada kebutuhan pendanaan yang belum mencukupi dan belum tertuang dalam rencana anggaran tersebut.

“Ada kegiatan yang belum terakomodir di pagu anggaran 2021. Maka usulan tambahan yang kami sampaikan adalah Rp1,7 triliun. Jadi kalau dijumlahkan dengan pagu indikatif dari Bappenas, maka total Rp3,7 triliun,” kata Zainudin.

Sistem penganggaran untuk 2021, disampaikan Menpora akan diatur ulang. Program kerja kementerian akan dipangkas dari yang awalnya empat program menjadi tiga program pada tahun depan.

Tiga program tersebut meliputi program dukungan manajemen yang diusulkan menjadi sebesar 325,4 miliar rupiah, program kepemudaan 463,6 miliar rupiah, serta program keolahragaan 2,9 triliun rupiah.

Anggaran tersebut secara terperinci akan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan Piala Dunia FIFA U-20 2021 sebesar 400 miliar rupiah, persiapan tim nasional untuk Piala Dunia U-20 2021 sebesar 100 miliar rupiah, uang jaminan penyelenggaraan Piala Dunia Bola Basket FIBA 2023 sebesar 74,1 miliar rupiah, dan program peningkatan prestasi olahraga nasional (PPON) sebesar 200 miliar rupiah.

BACA JUGA: Kukuhkan 13 Pengurus Cabor, Bupati Zaki Minta Prioritaskan Pembinaan

Lebih lanjut, anggaran tersebut juga rencananya akan digunakan untuk percepatan prestasi sepak bola nasional melalui pengembangan bakat usia muda sebesar 100 miliar rupiah, fasilitas keikutsertaan atlet di multi event olahraga internasional sebesar 50 miliar rupiah, Sekolah Khusus Olahraga di Cibubur sebesar 49 miliar rupiah, dan gerakan “Ayo Olahraga” serta hidup sehat di era normal baru sebesar sebesar 300 millar rupiah.

Permintaan alokasi tersebut memang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan anggaran Kemenpora pada tahun 2020 yang hanya sekitar 1,7 triliun rupiah.

Akan tetapi akibat pandemi Covid-19, anggaran Kementerian serta Lembaga mengalami pemangkasan biaya sebesar 500 miliar rupiah oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Sehingga anggaran yang dimiliki Kemenpora dalam APBN tahun 2020 hanya sebesar 1,17 triliun rupiah. (Agung/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.