Raisah, Bocah Malang di Kabupaten Tangerang Butuh Bantuan Dermawan

oleh -
Raisah, Bocah Malang, Kabupaten Tangerang, Butuh Bantuan, Dermawan, saluran BAB, pasutri,
Sementara ini, jika bocah mungil tersebut hendak BAB, harus melalui perut yang dilengkapi alat bantu kantong plastik.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Raisah, bocah berusia 1 tahun 3 bulan warga asal Kampung Cisalak RT01 RW04 Desa Cireundeu, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Banten, saat ini membutuhkan uluran tangan dari para dermawan.

Bocah cilik buah hati dari pasangan suamiĀ  istri (Pasutri) M Aris dan Rukminah itu, sejak lahir sudah mengalami pembengkakan saluran pembuangan air besar (BAB). Akhirnya pada April 2020 lalu, Raisah harus menjalani operasi di salah satu rumah sakit (RS) di Jakarta.

“Dari kecil perutnya bengkak, susah BAB akibat penyempitan saluran pembuangan, begitu dioperasi ternyata ususnya busuk dan harus dipotong,” ungkap Rukminah, ibunda Raisah saat ditemui di kediamannya, Jumat (6/8/2021).

Sementara ini, jika bocah mungil tersebut hendak BAB, harus melalui perut yang dilengkapi alat bantu kantong plastik. Perutnya dibolongi, ususnya ditarik keluar kemudian dijahit untuk dijadikan saluran BAB. Kotorannya lalu ditampung di kantong plastik yang harus dibeli Rukminah setiap Minggu seharga 70 ribu.

“Kantongnya dua hari sekali harus diganti,” imbuh Rukminah.

BACA JUGA: Mobil Vaksin Keliling Jemput Warga Pelosok Pedesaan Kabupaten Tangerang

Saat ini Rukminah mengaku membutuhkan dermawan yang bisa membantu meringankan bebannya untuk membiayai pengobatan putrinya itu. Raisah mesti harus menjalani cek up di rumah sakit dan juga membeli kantong plastik sebagai wadah BAB.

“Habis operasi April 2020 lalu, baru dua kali kontrol. Sekarang nggak kontrol lagi, karena nggak ada biaya, belum lagi saya harus beli kantong plastik untuk dua hari sekali, dalam sebulan bisa ngeluarin 800 ribu (rupiah),” ucapnya dengan nada sedih.

M Aris, sang ayah Raisah hanya seorang tukang bangunan atau kerja serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Sementara Rukminah hanya ibu rumah tangga biasa. Pasutri itu memiliki 4 anak dan tinggal di sebuah rumah berukuran 6×6 meter persegi di pinggir sawah Kecamatan Solear.

Karena himpitan ekonomi, Pasutri itu hanya bisa pasrah dengan keadaan kesehatan putri bungsunya yang harus menjalani hidup dengan kondisi sakit, tidak seperti anak-anak sebayanya.

Terlebih saat ini ditengah kondisi pandemi COVID-19, M Aris dan Rukminah hanya berharap adanya uluran tangan para dermawan. Sementara Rukminah mengaku hanya satu kali mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) sejak wabah melanda tanah air.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.