Raih Cum Laude, Dosen UMT Auliya Khasanofa Raih Gelar Doktor Terbaik UMS 2021

oleh -
Dosen UMT Auliya Khasanofa

SURAKARTA,REDAKSI24.COM, Auliya Khasanofa, dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) sukses meraih gelar doktor terbaik di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 2021 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,84.  Pada sidang yang digelar di PDIH UMS, Rabu (17/3/2021), Auliya sukses mempertahankan disertasinya dengan judul Sistem Pemilihan Presiden Indonesia dihadapan para penguji yang dipimpin Ketua Senat Sofyan Anif yang juga Rektor UMS, dengan Promotor Absori dan Ko-Promotor Aidul FItriciada Azhari dan Kelik Wardiono. Penguji eksternal M. Din Syamsuddin, penguji internal Bambang Sumardjoko, Khudzaifah Dimyati dan Harun.

Pria yang menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Hukum UMT ini berhasil mempertahankan kebaruan (novelty) dalam disertasinya yakni lima aspek permusyawaratan perwakilan dengan kategorisasi transformatif pada masa orde lama periodisasi 1945-1966, justifikatif pada masa orde baru periodisasi 1966-1998, permusyawaratan perwakilan pada masa transisi 1999-2004 dan liberal pada era reformasi periodesasi 2004-2019.

“Alhamdulilah berkat dukungan semua pihak termasuk keluarga besar UMT saya bisa menyelesaikan pendidikan di program doktoral ini,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekjen Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama) ini.

Dalam disertasinya Auliya memaparkan konsep sistem pemilihan Presiden yang berkarakter keindonesiaan dengan  permusyawaratan menghadirkan keterbukaan, kekeluargaan dan keterwakilan. 

“Kesepakatan sebagai kekuatan dari mufakat dalam permusyawaratan. Kebersamaan sebagai bangsa yang merdeka mewujudkan keinginan bersama meninggalkan semua sistem termasuk sistem pemilihan presiden yang dilaksanakan oleh penjajah (dekolonisasi) dengan menjalankan tradisi bernegara Indonesia. Keterbukaan bagi seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden. Kekeluargaan untuk kemaslahatan bangsa dalam mencapai tujuan nasional sesuai pembukaan UUD 1945. Keterwakilan dari multikultural bangsa Indonesia dengan bhineka tunggal ika termanifestasi dalam suatu perwakilan dengan kedudukannya sebagai lembaga tertinggi negara yang berasal dari pemikiran perumus asli UUD 1945 yakni MPR sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat dengan sistem pemilihan presiden tidak langsung jelas peneliti senior Kolegium Jurist Institute,”tulis Wakil Sekretaris Komisi Hukum dan HAM DP MUI ini. 

BACA JUGA: UMT Raih Penghargaan MURI Kategori Wisuda Sarjana Bertahap Terbanyak

Ujian promosi Doktor Auliya Khasanofa sebagai penerima Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Dalam Negeri di UMS banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai tokoh nasional dan internasional yakni Anwar Abbas sebagai Wakil Ketua Umum DP MUI, Abdul Mu’ti Sekretaris Umum PP. Muhammadiyah, Ahmad Amarullah Rektor UMT, Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdul Somad, Zainuddin Maliki Anggota DPR, Abdul Kholik Anggota DPR, Danil Yusmic Hakim MK, Ade Saptomo Ketua Umum APPTHI, Ahmad Sudiro Ketua Umum APHI, Ahmad Redi Direktur Eksekutif KJI, M. Ilham Hermawan Wakil Ketua PSP UP, Afdhal Mahatta Tenaga Ahli DPR, Rumadan Sekjen APPTHI, Andar Nubowo PCIM Prancis, Ridwan Ketua STIH Muhammadiyah Bima, Ida Bosang Dekan FH UM Kupang, Eka NAM Sihombing Pakar HTN FH UMSU, Achmadi Lurah LPDP PDIH UMS, Edi Chandra Dirut TNG, Edwin Pengacara dan Ismi Nurhidayah Alumni FH UMT. Hadir secara daring Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Pimpinan Lembaga Negara, Ketua Umum Asosiasi, akademisi dan mahasiswa. (Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.