Putusan Banding: Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Baduy Divonis Mati

  • Whatsapp
vonis pelaku pemerkosa gadis baduy
Rekontruksi pembunuhan gadis baduy

SERANG, REDAKSI24.COM—Upaya hukum berupa banding yang dilakukan Saepul alias Ipung pemerkosa dan pembunuh gadis Baduy ditolak Pengadilan Tinggi Banten. Majelis hakim yang diketuai oleh Hakim Ennid Hasanuddin dengan majelis Lersyaf dan Binsar M. Gultom justru memperkuat putusan Pengilan Negeria Rangkasbitung yang menjatuhkan vonis mati bagi Furqon.

“Muhammad Saepul akhirnya dihukum mati oleh majelis Hakim Tinggi PT Banten,” kata jubir PT Banten Binsar Gultom, Jumat (24/4/2020).

Bacaan Lainnya

BACA JUGA:

Ipung Pelaku Utama Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Baduy Divonis Hukuman Mati

Polres Metro Tangerang Akan Pantau 3 Titik Jalur Mudik

Antisipasi Aksi Begal dan Bajing Loncat, Polres Cilegon Intensifkan Patroli

Menurut Binsar putusan majelis hakim tersebut dibuat mengingat kesadisan dan kekejian yang dilakukan para pelaku kepada korban. Terlebih selain membunuh para pelaku juga memperkosa korban dalam keadaaan sudah tak bernyawa.

“Perbuatan para terdakwa tersebut sangat keji, kejam dan sangat sadis karena memperkosa perempuan yang tidak bernyawa secara bergiliran, maka pria bejat seperti itu tak pantas diberi hidup di negara hukum ini,” ucap Binsar.

Sementara itu Koswara Kuasa Hukum Saeful megatakan pihaknya belum menerima salinan putusan dari Pengadilan Tingi Banten. Namun menurut Kuswara setelah mendapakan  pihaknya akan mengambil upaya hukum terakhirerupa kasasi.

“Prinsipnya setelah menerima surat putusa resmi dari Pengadilan Tinggi Banten kami akan segera melakukan kasasi,” tegasnya.

Sedangkan terkait Furqon, Koswara mengaku pihaknya tidak melakukan upaya banding. Menurut Koswara saat ini putusan terhadap Saeful sudah inkrah.

Sementara satu pelaku lain, S, yang merupakan remaja 13 tahun, telah lebih dulu diadili dengan tujuh tahun enam bulan penjara. Dan kini tengah menjalani hukuman kurungan penjara di Lapas Anak Tangerang.

Sebelumnya Gadis berusia 13 tahun yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di gubuk ladang perkebunan, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Lebak Banten, pada Jumat malam (30/8/2019). Gadis yang diketahui berinisial SW tersebut merupakan warga suku Baduy Kampung Karahkal, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak.

Setelah kejadian tersebut jajaran Polda Banten dan Polres Lebak langsung melakukan penyelidikan. Para pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada Rabu, (4/9/2019) lalu. Dari pengakuan para pelaku pembunuhan itu dilatar belakangi oleh keinginan tersangka untuk memperkosa korban.

Namun karena korban berteriak, kata Kapolda, pelaku terpaksa membunuh menghabisi nyawa korban dengan menggunakan golok milik orang tua korban. Akibatnya korban tewas dengan kondisi mengenaskan.

Dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Rangkasbitung, Selasa (17/3/2020). Majelis hakim menjatuhkan vonis berupa hukuman mati kepada Saeful alias Ipung. Pelaku dianggap secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar pasal 340 KUHP dan 81 ayat (1) Undang-Undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Sementara Furqon divonis majelis hakim dengan hukuman lebih rendah yakni 15 tahun penjara dan denda Rp3 miliar subsider 6 bulan kurungan. Lalu keduanya melakukan upaya hukum dengan mengajukan banding ke Kejati Banten. (Yusuf/Hdr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.