Puskesmas Balaraja Belum Berikan Bantuan Hukum Pada Sopir Ambulance Yang Tabrak Mati Korbannya

oleh -
Sopir Ambulan Puskesmas Balaraja
Puskesmas Balaraja.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Puskesmas Balaraja, belum mau memberikan keterangan terkait kasus Junaidi (32), supir ambulance yang ditahan Mapolsek Tigaraksa, lantaran manabrak orang hingga tewas saat merujuk pasien ke wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu.

Bahkan ketika didatangi untuk konfirmasi, Kepala Puskesmas Bakaraja, Dokter Lely enggan menemui, dengan alasan sedang keluar. “Tunggu dulu ya, saya sampaikan ke Kepala Puskesmas dulu,” kata Lukman Petugas kemanan di Puskesmas Balaraja kepada wartawan, Selasa (21/1/2020),

Namun saat ditunggu dalam waktu yang lumayan lama, petugas keamanan itu datang untuk mengatakan bahwa kepala Puskesmas Balaraja sedang rapat diluar. Padahal sebelumnya, ia memastikan yang bersangkutan ada di ruangannya.

“Tadi masih ada, begitu saya datangi ternyata mau berangkat rapat, nanti aja ya pak, kami takut salah,” kata petugas keamanan itu.

Semantara Junaidi (32), Supir Ambulance Puskesmas Balaraja mendekam di tahanan Polsek Tigaraksa, karena saat menjalankan tugas menabrak orang hingga tewas. Namun, dari pihak Puskesmas, yang bersangkutan tidak mendapat pembelaan apapun dari pihak Puskesmas maupun Dinas Kesehaan Kabupaten Tangerang.

“Kami belum menerima bantuan apapun, termasuk pembelaan hukum dari pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang,” kata Junaidi. Sehingga, tambahnya dirinya harus memdekam di jeruji besi Polsek Tigaraksa.

BACA JUGA:

Keluarga Supir Ambulance Yang Tabrak Orang Hingga Tewas Minta Puskesmas Balaraja dan Dinkes Tidak Diam

Dikonfirmasi masalah tersebut, Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Desiriana Dinardianti mengaku pihak Dinkes dan Puskesmas Balaraja sudah berupaya membantu Junaidi. Dengan meminta maaf dan membantu memediasi antara Junaidi dan keluarga korban.

“Kami dari Dinkes dan PKM Balaraja dari awal kasus ini terus berupaya utk membantu Bpk Junaedi. Kami sudah meminta maaf dan memediasi antara pihak keluarga korban dan Bpk junaedi. Terima kasih,” tuturnya kepada Redaksi24.com lewat pesan singkatnya.

Namun, ketika ditanya soal bantuan hukum dari Dinkes Kabupaten Tangerang dan Puskesmas Balaraja kepada Junaidi, ia enggan menjawab. Sama halnya dengan Sekda Kabupaten Tangerang, Mochammad Maesyal Rasyid. Keika ditanya soal yang sama enggan me jawab, alasannya sedang sibuk mau rapat. (Ricky/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.