PUPR Provinsi Banten Libatkan BPN Dalam Pengembalian Luas Situ Cipondoh Yang Hilang

oleh -
PUPR Provinsi Banten akan eksekusi bangunan di sekitar Situ Cipondoh.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten, akan mengeksekusi bangunan di sekitar kawasan Situ Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, pada Maret 2022 mendatang. Selain itu juga akan dilakukan pengukuran ulang untuk mengembalikan luas batas Situ Cipondoh yang hilang.

“Kita akan lakukan eksekusi itu pada  bulan Maret nanti. Karenanya  kami harap kepada para pedagang agar  sudah mulai mengosongkan bangunan-bangunan itu,” kata Arlan Mazran, Pelaksana Tugas Kepala DPUPR Provinsi Banten, Rabu (5/1/2021).

Dalam pelaksanaan pengukuran situ Cipondoh, katanya, pihaknya akan melibatkan  Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Kita juga akan koordinasi dengan BPN terkait dengan lokasi-lokasi yang lain. Karena berdasarkan sertifikat (Situ Cipondoh) ada sekira 126 hektar. Dan itu akan kita telusuri batas batasnya,” kata dia.

Lebih jauh Arlan menjelaskan, pihaknya sempat melakukan pengukuran dengan masyarakat sekitar, dan ditemukan 110 hingga 112 hektar lahan yang tersisa. Sementara jika merujuk pada sertifikat, sebanyak 16 hektar luas Situ Cipondoh hilang.

BACA JUGA: Pemprov Banten Minta Pedagang Situ Cipondoh Kosongkan Lahan

“Kita baru dapat data sekitar 112 hektar berdasarkan data manual dari masyarakat, kita lagi minta data BPN terkait peta data digitalnya,” jelasnya.

Menurut Arlan, pengembalian batas menjadi fokus utama, setelah itu konservasi Situ Cipondoh akan dilakukan untuk mengembalikan fungsinya sebagai pengendalian, dan penampungan air.

BACA JUGA: PUPR Provinsi Banten Akan Polisikan Pungli di Situ Cipondoh 

“Ke depan karena pengelolaan situ ini biayanya cukup besar, kita rencanakan selain konservasinya  kita jaga, potensi wisatanya juga kita kembangkan agar bisa menumbuhkan ekonomi warga sekitar. Itu konsennya pak gubernur (Wahidin Halim),” ucapnya.

Relokasi pedagang, lanjut Arlan, masih dalam kajian pihaknya. Kendati demikian ia tidak menutup kemungkinan untuk menyiapkan lokasi bagi para pedagang, dan menghidupkan kembali pariwisata usai dieksekusi.

” konsepnya seperti apa masih dalam pembahasan. Yang pasti kita kosongkan dulu dan revitalisasi full (penuh) buat masyarakat,” pungkasnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.