Puluhan Tahun Dibiarkan Rusak, Jalan Cimedang Pandeglang Ditanami Pisang

oleh -
jalan rusak
Warga Desa Tegalwangi, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten menanam pohon pisang di Jalan Cimedang yang rusak parah.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sepanjang ruas Jalan Cimedang, Desa Tegalwangi, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten ditanami pohon pisang oleh warga sekitar. Aksi tanam pohon pisang sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah yang terkesan membiarkan kondisi jalan rusak.

Ada bebrapa pohon pisang berjejeran di sepanjang ruas jalan Cimedang yang konidisinya rusak parah. Pohon pisang di sepanjang jalan itu sengaja ditanam warga, karena kondisi jalan dianggap tidak layak dilalui.

Nampak akses jalan itu rusak parah dan terdapat banyak lubang dan digenangi air. Tanaman pohon pisang di sepanjang badan jalan tersebut, cukup menarik perhatian para pengguna jalan.

Salah seorang warga sekitar, Surya Galung memgatakan, aksi tanama pohon pisang di sepanjang jalan itu bentuk protes warga terhadap pemerintah. Sebab kondisi jalan tersebut rusak parah dan sudah puluhan tahun belum pernah ada perbaikan.

“Sejak tahun 1999 ruas jalan ini tidak dibangun pemerintah. Sementara kondisinya rusak parah, maka sebagai bentuk protes kami terhadap pemerintah, kami melakukan aksi tanam pohon pisang di jalan ini,” ungkap Surya, Selasa (3/12/2019).

BACA JUGA:

. Perbaikan Jalan Rusak di Banten Terancam Tak Mencapai Target

. Warga Rangkasbitung Demo Tanami Jalan Dengan Pohon Pisang

. Warga Desa Cibadak Pandeglang Bakal Punya Jalan Mulus

Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan menghubungkan ke beberapa desa bahkan ke sejumlah kecamatan di Pandeglang. Namun kondisinya rusak parah, sehingga wargapun kewalahan saat melintas jalan tersebut.

“Intinya kami hanya ingin jalan ini dibangun. Karena kami sebagai warga sudah kewalahan saat melintas di jalan ini, maka dari itu kami sangat berharap pemerintah segera melakukan pembangunan,” harapnya.

Selain itu lanjut Surya, akses jalan tersebut juga menuju ke SMA 4 Pandeglang. Setiap harinya para siswa melintasi jalur itu menuju ke sekolah, jika kondisinya dibiarkan rusak, bisa menghambat aktivitas siswa dan masyarakat.

“Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat. Makanya perlu segera ditangani, supaya aktivitas warga tidak terhambat dan perekonomian masyarakat bisa meningkat,” ujarnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *