Puluhan Santri Daru Arsyi Lebak Gotong-Royong Bangun Ponpes

  • Whatsapp
Santri gotong-royong.

LEBAK, REDAKSI24.COM – Ditengah germecik hujan, puluhan santri terlihat bergotongroyong memanggul tanah pada sebuah lahan kosong yang nantinya akan menjadi tempat didirikannya Pondok Pesantren (Ponpes) Daru Arsyi di Kampung Cibungur Lebak, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu (28/12/2019).

Mereka terpaksa melakukan hal tersebut, lantaran pihak Ponpes telah diusir oleh pemilik lahan tempat sebelumnya para santri melakukan proses belajar yang berada Kampung Cikuda Pasir Ona, Kelurahan Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung.

Bacaan Lainnya

Pengasuh Ponpes Darul Arsyi Ustad Muhamad Apandi menerangkan, bahwa awal berdirinya pondok ini pada tahun 2017 itu berada di Kampung Cikuda Pasir Ona, sampai pidahnya pondok, atau bangunan kobong ini ke Kampung Cibungur, karena lahan pertama akan didirikan bangunan oleh pemilik lahan.

” Pada waktu itu kami membangun empat kobong untuk santriawati dan satu kobong untuk santri lelaki. Namun, seiring berjalannya waktu, karena pemilik lahan akan mendirikan bangunan di tanah tersebut, ya dengan terpaksa harus kami membongkar semua kobong yang telah berdiri sejak 2017 itu dan Alhdmulillah dipindahkan kesini,” ungkapnya.

Apandi menuturkan, Ponpes sendiri memiliki 53 santri yang 20 diantaranya merupakan anak yatim piatu, dan 2 pengajar termasuk dirinya sendiri.

Ia mengaku, kesulitan dalam membangun kembali ponpesnya karena berbatasan dengan dana yang ia miliki. Untuk lahan yang nantinya akan menjadi tempat berdirinya Ponpes Darul Arsyi merupakan hasil dari bantuan dari para komunitas, donatur dan sukarela orang tua para santri.

Lanjutnya, pihaknya telah di usir pemilik lahan sekira 6 bulan yang lalu. Namun, karena tidak memiliki tempat untuk menampung proses kegiatan belajar-mengajar, pihaknya meminta keringanan pemilik lahan, untuk menunggu hingga Ponpes miliknya dapat selesai di bangun.

Untuk proses pembangunannya sendiri, kata Apandi, pihaknya selama 6 bulan ini setelah diusir hanya bisa bergotongroyong bersama para santri untuk meratakan tanah terlebih dahulu, sebelum bisa membangun kobong.

” Kita meminta kepada pemilik lahan agar mengizinkan para santri untuk tetap belajar di tempat sebelumnya sampai kobong selesai di bangun,” ujarnya.

BACA JUGA:

Wakil Bupati Lebak: Santri Harus Mengisi Semua Lini Kehidupan

Mengetahui kondisi tersebut, Komunitas Byonic Kabupaten Lebak melalukan kunjungan kepada Ponpes Darul Arsyi dan memberikan beberapa bantuan berupa bahan bangunan.

“Sebelum kobong ini pindah kesini, memang kami semua sudah sering bersilaturahmi dan melihat kondisi Ponpes dan para santri disini, dan yang paling kami ingin selalu datang ke Ponpes salapi ini, karena 20 orang santri tersebut adalah anak yatim piyatu. Untuk itu kami selalu ingin berupaya untuk bersilaturahmi memberikan dukungan, bantuan walau enggak seberapa,” kata Humas Byonic Leban Ais Falet.

Dirinya berharap, adanya bantuan dari Pemkab Lebak melihat kondisi Ponpes yang dihuni 20 anak yatim-piatu tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengajak komunitas lainnya yang berada di Kabupaten Lebak agar dapat menyalurkan bantuan kepada Ponpes Darul Arsyi ini.

“Saya berharap semoga komunitas yang lain bisa juga berkunjung kesini untuk bergotong royong membantu berjalannya Ponpes ini. Karena tentu ini juga sebagai bentuk kewajiban kita untuk membantu terhadap sesama,” harapnya. (Yusuf/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.