Puluhan Rumah Warga Pandeglang Terendam Banjir Rob

  • Whatsapp
air laut pasang
Permukiman warga di Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, dilanda banjir akibat air laut pasang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Sejumlah permukiman warga di Kecanatan Panimbang dan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten dilanda banjir akibat air laut pasang atai rob. Padahal cuaca di kawasan pesisir tersebut cukup cerah. Namun air laut meluap ke permukaan dan merendam permukiman warga.

Seperti yang terjadi di Kampung Lebak Buah, Desa Citerep, Kecamatan Panimbang, dan di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, sejumlah permukiman warga di kedua kecamatan tersebut terendam banjir rob dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.

Bacaan Lainnya

Seorang korban banjir rob di Desa Citerep, Kecamatan Panimbang, Udin mengaku, air bah yang melanda permukimannya itu luapan dari air laut Panimbang, karen akhir-akhir ini air laut kerap pasang ditambah gelombang cukup tinggi.

“Sejak dua hari kemarin air laur pasang terus, dan hari ini lebih parah sehingga air laut sampai meluap dan membanjiri rumah kami,” ungkapnya, Senin (25/5/2020).

Sementara, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Citerep, Ahmad Zulkarnaen membenarkan, jika sebagian rumah warga Desa Citerep dilanda banjir dari luapan air laut Pantai Citerep Panimbang.

“Benar sebagian rumah warga kami dilanda banjir. Saat ini kami bersama pihak desa sedang melakukan pendataan rumah warga yang terkena dampak banjir itu,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Cigondang, Kecamatan Labuan, Samsul Bahri mengaku, ada tiga kampung di desanya yang terkena dampak banjir rob. Yaitu Kampung Karangsari, Lampe, dan Kampung Lantera, yang kebetulan berdekatan dengan pesisir pantai.

“Cuaca hari ini memang cukup cerah, tapi banjir yang melanda permukiman warga di tiga kampung itu akibat luapan air laut yang sedang pasang,” ujarnya.

Dikatakannya, tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut, namun aktivitas warga terhambat, karena air tang membanjiri permukiman warga hingga mencapai mata kaki orang dewasa.

“Banjir air laut pasang sudah berlangsung sejak tiga hari lalu. Hari ini air pasang lebih besar. Tidak sampai ada korban jiwa, hanya saja warga mengalami kerugian materil, karena perlengkapan rumah tangga dan kendaraan warga banyak yang rusak akibat terendam air rob,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.