Puluhan Ribu Benih Lobster Hasil Sitaan Dilepasliarkan di Perairan Labuan Pandeglang

  • Whatsapp
benih lobster
Jajaran Loka PSPL Serang bersama tim SKIPM serta jajaran Polres Serang Kota, melepasliarkan benih lobster di perairan laut Labuan, Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (PSPL) Serang, bersama Stasiun Karantina Ikan dan Penjaminan Mutu (SKIPM) Kelas II Merak dan jajaran Polres Serang Kota, melakukan pelepasliaran 36.800 benih lobster di perairan laut Labuan, tepatnya di kawasan Kantor Loka PSPL Serang, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Jumat (1/5/2020).

Puluhan ribu benih lobster yang dilepasliarkan tersebut, merupakan hasil sitaan petugas Polres Serang Kota bersama Mabes Polri di Kota Serang pada Jumat (1/5/2020) pagi sekitar pukul 06:00 WIB.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala Unit Sidik II Polres Serang Kota, Iptu Widodondri menjelaskan, pada Jumat pagi, pihaknya bersama Bareskrim Mabes Polri menggagalkan upaya pengiriman sebanyak 37.400 ekor benih lobster ilegal di Kota Serang, Banten. Benih lobster tersebut diduga berasal dari Jember, Jawa Timur untuk dibawa menuju Jambi melalui jalur darat dan akan diselundupkan ke Singapura.

“Selanjutnya kami koordinasi dengan SKIPM Kelas II Merak, kemudian berkoordinasi Subsi Pendayagunaan dan Pelestarian LPSPL Serang untuk melaksanakan kegiatan pelepasliaran benih lobster hasil sitaan itu,” ungkapnya.

Dikatakannya, sebelumnya benih lobster ilegal yang berhasil diamankan itu sebanyak 37.400 ekor. Namun yang dilepasliarkan sebanyak 36.800 ekor. Karena sebanyak 600 ekor disimpan di Polres Serang Kota sebagai barang bukti tindak pidana.

Kepala Subsi Pendayagunaan dan Pelestarian LPSPL Serang, Zaid Abdur Rahman membenarkan, pihaknya telah menerima tim dari Polres Serang Kota bersama SKIPM Kelas II Merak yang menyerahkan puluhan ribu benih lobster hasil sitaan untuk dilepasliaran.

“Kami melakukan penandatanganan Berita Acara (BA) penyerahan dan pelepasan barang bukti (benih lobster illegal, red). Sekitar pukul 17.00 WIB benih lobster itu telah kami lepasliarkan secara bersamaan,” ujarnya.

Lanjut dia, kegiatan yang dilaksanakan dalam suasana darurat covid-19 ini, dalam pelaksanaannya tetap dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan baku. “Seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer dan menjaga jarak antar personil,” ujarnya.

BACA JUGA:

. Nelayan Pandeglang Tewas Terseret Ombak Laut Binuangen

. Loka PSPL Serang Bagikan Nasi Ikan kepada Warga Labuan Pandeglang

. Ratusan Warga Cisata Pandeglang Terima Kartu Sembako Dampak Covid-19

Sementara, Kepala LPSPL Serang, Syarif Iwan Taruna Alkadrie menuturkan, kegiatan ini merupakan implementasi dari Permen KP Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari wilayah Negara Republik Indonesia.

“Benih lobster itu tidak boleh ditangkap dan diperdagangkan. Sebab Lobster yang boleh ditangkap dan diperdagangkan minimal dengan berat 200 gram dan tidak dalam kondisi bertelur, untuk menjamin keberadaan sumberdaya lobster sehingga pemanfaatannya dapat lestari,” tuturnya.

Ditambahkannya, nilai ekonominya menjadi berlipat ketika lobster itu dijual ke luar negeri. Sebab harga benih lobster sekitar Rp5000 sampai Rp10000 per ekor di tingkat nelayan. Dan ketika dijual ke luar Negeri harganya bisa mencapai sebesar Rp150 ribu benih lobster jenis pasi dan sebesar Rp200 ribu jenis mutiara.

“Namun jika sampai dewasa, harga lobster bisa mencapai Rp1 juta per ekor atau perkilo gram,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.