Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Polres Pandeglang

  • Whatsapp
Petugas Polres Pandeglang bersama Dispenda UPT Samsat memeriksa surat-surat kendaraan para pengendara yang terjaring razia.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Jajaran Polres Pandeglang, Polda Banten bersama Dinas Pendapatan Asli Daerah (Dispenda) UPT Samsat Pandeglang, menggelar razia kendaraan bermotor di Jalan Raya Pandeglang-Labuan, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (23/9/2019).

Razia kendaraan tersebut,  selain untuk menekan angka kecelakaan lalulintan dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), juga sebagai upaya dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak kendaraan bermotor.

Bacaan Lainnya

Setiap kendaraan yang mrlintas di Jalur Pandeglang-Labuan diberhentikan petugas kepolisian dan Dispenda. Mereja digiring ke halaman Kantor Kecamatan Cimanuk, untuk kemudian diperiksa kelengkapan surat-surat kendaraannya.

BACA JUGA:

. Tekan Kasus Curanmor, Polres Pandeglang Razia Kendaraan

. Wah, Jutaan Kendaraan di Banten Nunggak Pajak

. Warga Pandeglang Antusias Berobat Gratis Hut Polantas

Kanit Turjawali Polres Pandeglang, Ipda Darwin Khairul Syafari mengatakan, kegiatan razia kendaraan tersebut dilakukan guna menekan angka kecelakaan laulintas, memberikan penyadaran terhadap pengendaran dalam berlalulintas serta mendorong pajak kendaraan bermotor.

“Selain untuk meningkatkan kesadaran warga dalam aturan berlalulintas, operasi ini juga untuk mendorong peningkatan pajak kendaraan. Karena dalam kegiatan ini kami bekerjasama dengan Dispenda,” ungkap Darwin.

Sasaran dalam razian ini, lanjut Darwin, kendaraan roda dua dan roda empat. Jika pengendara tidak menggunakan kelengkapan berkendara, sepertu membawa surat-surat kendaraan, SIM, atau tidak menggunakan helm, kata dia, akan dikenai sanksi tilang.

“Selain itu, jika pajak kendaraannya mati bisa langsung dilakukan pembayaran di tempat,” katanya.

Dia berharap, melalui kegiatan razia kesadaran warga terhadap aturan lalulintas dan pembayaran pajak lebih meningkat lagi. Selain itu juga diharapkan bisa menekan angka kasus lakalantas dan Curanmor di Pandeglang.

“Semoga kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan meningkat, dan angka kecelakaan lalulintas serta Curanmor menurun,” harapnya. (Samsul Fatoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.