Puluhan Hotel dan Restoran di Garut Kibarkan Bendera Putih Untuk PPKM Darurat

oleh -
Puluhan hotel dan restoran di Garut, Jawa Barat kibarkan bendera putih bergambar emotikon menangis karena dampak PPKM darut.

GARUT, REDAKSI24.COM– Sebagai ungkapan kesedihan atas usahanya yang sepi karena dampak pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, puluhan hotel dan restoran di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengibarkan bendera putih bergambar emotikon menangis.

“Kami pasang bendera putih di hotel dan rumah makan ini sebagai ungkapan kesedihan kami dengan kondisi usaha saat ini,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Garut Deden Rohim kepada wartawan di Garut, Senin (19/7/2021).

Ia menuturkan bendera putih dengan gambar menangis itu sudah terpasang di sejumlah hotel dan restoran di wilayah perkotaan Garut sebagai ungkapan pengusaha terkait kondisi usaha saat ini yang terus memprihatinkan.

Pelaku usaha hotel dan restoran di Garut, kata dia, sudah berusaha bertahan selama dua tahun pandemi COVID-19, meskipun hingga kondisi saat ini terus sepi pengunjung karena dampak PPKM darurat.

BACA JUGA: Pengusaha Banyak Bangkrut, Kadin Kabupaten Bogor Pasrah Bila PPKM Darurat Diperpanjang

“Seyogyanya kita ini sudah berjibaku hampir dua tahun, ini (pasang bendera) adalah sebuah refleksi, hati kita yang menangis,” katanya.

Ia mengungkapkan kondisi usaha saat ini telah membuat para pelaku usaha kewalahan untuk menanggung biaya karyawan dan biaya operasional pokok lainnya, salah satunya tagihan listrik.

Jika kondisi ini terus berkepanjangan akibat PPKM darurat, kata dia, maka pelaku usaha hotel dan restoran di Garut akan bingung untuk membayar gaji karyawan maupun biaya perawatan tempat.

BACA JUGA; Digitalisasi UMKM Dinilai Mendesak Diterapkan saat PPKM Darurat

“Jika PPKM ini diperpanjang misalnya, ya saya akan serahkan seluruh karyawan, silahkan minta ke negara untuk mereka bisa makan karena (pelaku usaha) sudah tidak mampu bayar,” kata Deden.

Ia berharap pemerintah daerah memperhatikan pelaku usaha hotel dan restoran dengan memberikan bantuan subsidi atau membebaskan pajak selama pandemi COVID-19.

Menurut dia anggaran pajak yang harus dibayarkan pemerintah akan membantu keuangan perusahaan, yang nantinya bisa dialihkan untuk membayar gaji karyawan.

“Mau bagaimana lagi sekarang, pajak harus bayar tapi tempat usaha harus tutup, udah gak sanggup lagi dari mana gua bayar,” katanya.

Terpisah Bupati Garut Rudy Gunawan menanggapi keluhan yang disampaikan pelaku usaha hotel dan restoran melalui aksi dengan memasang bendera putih di Garut.

Bupati Garut menyatakan akan menemui Ketua PHRI Garut untuk membahas masalah kegiatan usaha yang terdampak pandemi COVID-19, salah satunya akan membahas pengurangan pajak.

“Yang bisa dilakukan kami adalah pengurangan pajak,” kata Bupati. (Feri/Ant/Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.