Puluhan Hektar Tanaman Padi di Pandeglang Terancam Gagal Tanam

  • Whatsapp
gagal tanam, musim tanam, tanaman padi, dinas pertanian pandeglang, petani pandeglang, bencana banjir,
Tanaman padi di sejumlah kecamatan di Pandeglang terendam banjir.

KABUPATEN PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Puluhan hektar tanaman padi petani di Kabupaten Pandeglang, Banten, saat ini terancam gagal tanam. Ancaman itu menyusul terjadinya bencana banjir di sejumlah kecamatan.

Informasi yang dihimpun Redaksi24.com, sedikitnya ada sekitar 50 hektar lebih tanaman padi di Kecamatan Patia terendam banjir sejak tadi malam. Tanaman padi yang baru berusia satu bulan itu, terendam air bah selama beberapa jam.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Ilman mengatakan, akibat hujan lebat sejak tadi malam, membuat sawah para petani yang baru ditanami padi terendam. Dia memprediksi, banjir yang merendam tanam padi akan menyebabkan gagal tanam.

“Kalau melihat kejadian banjir sebelumnya, memang tanaman padi petani sering terjadi gagal tanam. Banjir yang saat ini terjadipun diprediksi akan menyebabkan tanaman padi petani gagal tanam,” ungkap Ilman, Kamis (3/12/2020).

BACA JUGA: Bantuan Beras Bagi Warga Terdampak Covid-19 di Pandeglang Dipastikan Tidak Terserap Tahun Ini

Jika tanaman padi gagal tanam, lanjut Ilman, para petani akan merugi. Ditambah, kata dia, sebelumnya juga sempat mengalami gagal tanam akibat hama bekicot. Sehingga bisa terjadi dua kali gagal tanam untuk musim tanam tahun ini.

“Kemungkinan besar jika musim penghujan ini masih terus berlangsung, dampak banjir yang melanda area pesawahan akan lebih meluas lagi,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang,  Uun Junandar menuturkan, saat ini curah hujan cukup tinggi. Hal itu, lanjut Uun, akhirnya bisa berdampak terhadap tanaman padi yang saat ini tengah musim tanam.

“Potensi kebanjiran itu ada, yang dampaknya pada gagal tanam atau panen. Seperti di Pandeglang selatan, namun mudah-mudahan tidak terjadi,” harapnya.

Namun lanjut Uun, untuk mengantisipasi gagal tanam, pihaknya sejak awal sudah membuat solusi program asuransi bagi para petani. Karena melalui program asuransi itu, akan mampu membantu petani saat terjadi gagal tanam maupun gagal panen.

“Asurani ini bisa memberikan jaminan kepada para petani ketika mengalami gagal panen atau tanam. Sebab jika petani yang sudah masuk asuransi pertanian bisa terbantu dengan program itu,” tuturnya.

Selain program asuransi pertanian, tambah Uun, pihaknya juga akan mengusulkan bantuan benih padi kepada Pemprov Banten bagi petani yang gagal tanam akibat bencana banjir.

“Kami juga sudah menurunkan tim untuk mendata lahan pertanian yang terdampak banjir, nantinya bisa diajukan untuk bantuan benih,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.