Puluhan Hektar Sawah Kekeringan, Dinas Pertanian Pandeglang Pasrah

oleh -
Dinas Pertanian Pandeglang
Puluhan hektar sawah di pandeglang dilanda kekeringan akibat musim kemarau.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Puluhan hektar lahan pertanian di Kabupaten Pandeglang, Banten, dibiarkan tidak produktif. Sebab lahan pertanian tersebut dilanda kekeringan. Dinas Pertanian Kabupaten Pandeglang pun pasrah atas kondisi tersebut.

Dari data yang dihimpun redaksi24.com, lahan pertanian yang dilanda kekeringan khususnya di Pandeglang selatan, seperti Kecamatan Panimbang, Cikeusik, Patia dan sejumlah kecamatan lainnya.

Seorang warga Cikeusik, Pandeglang, Gusti Ramadan mengaku masih banyak sawah yang belum dikelola petani karena kekeringan. “Puluhan hektar sawah masih dibiarkan tidak produktif, karena minimnya sumber air untuk mengairi lahan pertanian petani,” ungkapnya, Selasa (19/11/2019).

Meski para petani sudah berupaya menggarap sawahnya, namun menurut dia, hasilnya nihil. Lantaran sama sekali tidak ada sumber air yang bisa dialirkan ke lahan pertanian. “Bukan tidak ada usaha untuk bisa menanam, tapi sama sekali tidak ada sumber air. Karena rata – rata sawah di sini tadah hujan,” katanya.

BACA JUGA:

. Kekeringan Meluas, Warga Pandeglang Gunakan Air Sungai Kotor

. Sekda Banten Janjikan Bantuan Kekeringan di Pandeglang

. Kekeringan di Pandeglang Meluas, Bupati Masih Cari Solusi

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Kabnupaten Pandeglang, Budi S Januari mengaku, ada beberapa lahan pertanian yang dibiarkan kekeringan merupakan sawah tadah hujan. Meski pihaknya sudah berusaha mencari sumber air, tapi belum menemukan solusi yang tepat.

“Kalau lahan sawah di sejumlah kecamatan seperti, Bojong, Picung, Munjul, Angsana, itu sudah kami dorong untuk mempercepat masa tanam, karena di daerah itu sudah banyak sumber air yang bisa dialirkan ke sawah. Tapi jika yang tadah hujan, itu sulit dan harus menunggu musim penghujan,” ujarnya.

Menurut Budi, dengan mempercepat masa tanam bagi lahan yang sudah dilakukan pendampingan melalui para pendamping pertanian, akan mendekati gerakan pengendalian hama. Namun lahan sawah tadah hujan, sementara ini belum bisa dikelola, karena harus menunggu musim penghujan.

“Jika nanti musim penghujan sudah tiba, kami bersama Forkopimda atau Muspika akan melakukan gerdal (gerakan pengendalian) bersama para petani dan pendamping pertanian,” jelasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.