Pulihkan Ekonomi, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tangerang Dapat Kucuran Dana Miliaran Rupiah

  • Whatsapp
Kabupaten tangerang
Kantor Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM — Sebagai upaya pemulihan dampak ekonomi pasca merebaknya wabah Covid-19, pemerintah Kabupaten Tangerang mengucurkan dana miliaran rupiah kepada 4 organisasi perangkat daerah (OPD). 

Dari empat OPD yang mendapat suntikan dana tersebut dua diantaranya adalah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebesar 6,5 miliar dan Dinas Perikanan sebesar 7,6 miliar rupiah. 

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang, Azis Gunawan menuturkan, oleh dinas pertanian dana sebesar 6,5 miliar tersebut rencananya bakal dipergunakan untuk pembelian gabah kering giling, mengingat daya jual gabah kering saat ini menurun dampak pandemi Covid-19. 

Menurut Azis, pembelian gabah kering giling sesuai Harga Pokok Pemerintah (HPP) sebesar 4.250 per kilogram itu bertujuan untuk menstabilkan harga gabah yang menumpuk di kantung-kantung centra beras dan di kelompok-kelompok tani setelah lama tak terjual. Selain itu, para petani juga akan diberikan bantuan untuk pengolahan panen berikutnya, mulai dari bibit, pestisida, benih, hingga pupuk. 

BACA JUGA: Wow! Anggaran Gebrak Pakumis Plus Kabupaten Tangerang Capai 20 Miliyar

“Kita sudah identifikasi anggarannya akan dialokasikan kepada 10 kelompok tani terdampak, 1 kelompok ada 25 orang. Ini sudah kita traking daerah yang sangat memprihatinkan seperti Gunung Kaler, Kresek, Kronjo, Mauk, dan Kemiri,” tutur Azis kepada Redaksi24.com 

Azis menambahkan, selain untuk pembelian gabah kering giling, anggaran Pemulihan Dampak Ekonomi (PDE) di sektor pertanian itu juga akan dipergunakan untuk memberikan bantuan kepada tempat-tempat penggilingan beras berupa peralatan yang mendukung untuk memproses hasil panen dan bantuan lain kepada kelompok tani seperti pemberian traktor dan pembangunan sumur pantek di daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh irigasi. 

Kendati demikian, ia belum bisa merinci berapa besaran anggaran pada masing-masing skema karena hingga saat ini proses regulasinya seperti pedoman umum dan petunjuk teknis masih dalam penyusunan. Hanya saja, Azis memastikan program Pemulihan Dampak Ekonomi (PDE) pada sektor pertanian ini mulai berjalan paling lambat bulan September mendatang. 

“Kalau arahan bupati Agustus sudah berjalan tapi inikan proses regulasi. Tapi secara teknis kita sudah menyampaikan paparan bagaimana skemanya, sasarannya, dan terakhir juknis,” tukas Azis.

BACA JUGA: Gebrak Pakumis Plus Kabupaten Tangerang Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Jaenudin mengatakan, anggaran Pemulihan Dampak Ekonomi (PDE) pada sektor perikanan akan digunakan di tiga bidang lingkup tugas dinas perikanan mulai dari Pemberdayaan Budidaya Perikanan, Pemberdayaan Olahan Perikanan, dan Pemberdayaan Olahan Nelayan Tangkap, dengan sistem kegiatannya lebih kepada pola bantuan berkelanjutan. 

Ia menggambarkan, pada budidaya perikanan bantuan PDE berupa bibit atau benih ikan diberikan melalui proses pelatihan pembudidayaan ikan oleh pendamping kepada kelompok-kelompok baru yakni masyarakat yang terdampak Covid-19. Paket pelatihan dan bantuan tersebut diberikan kepada 25 kelompok dengan 60 orang pendamping. 

“Untuk budidaya itu ikan lele kita ada 600 buah Bioflok, 6000 benih ikan, probiotik sampai bimbingan teknis pembudidayaanya di 600 lokasi termasuk benih ikan Nila, Bandeng sampai ke pakannya. Benihnya kita kerja sama dengan KKP (Kementerian Kelautan Perikanan) kita ambil dari Karawang, Bogor dan Sukabumi dan kelompok pembudidaya juga bantu penyediaan benih,” paparnya 

Ia melanjutkan, begitupun pada bidang pemberdayaan olahan ikan bantuan diberikan melalui tahap pelatihan terlebih dahulu oleh para pendamping yang menjadi binaan Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang. Sementara, untuk bidang pemberdayaan nelayan tangkap pemulihan ekonomi dilakukan dengan memberikan bantuan alat tangkap seperti jaring dan mesin kapal 26 dan 22 pk sebanyak 250 unit. 

“Harapan kita setelah kemarin di launching kegiatan ini bisa dimulai di awal bulan harapan tiga bulan dilaksanakan, dampak ekonomi bisa dirasakan satu bulan berikutnya atau empat bulan sejak dilaksanakan,” tandasnya 

Dari informasi yang dihimpun, dua dinas lain di Kabupaten Tangerang yang mendapat suntikan dana Pemulihan Dampak Ekonomi (PDE) yakni Dinas Koperasi melalui skema bantuan subsidi bunga pada debitur atau nasabah BUMD dan dinas Perindustrian dan Perdagangan melalui skema bantuan permodalan melalui aplikasi Sistem Bantuan Masyarakat (SIBAMAS) khusus usaha mikro kecil dan tenaga kerja yang terdampak PHK akibat Covid-19. (Ricky/Aan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.