PTM SD Batal, Dindik Kota Tangerang Hanya Izinkan PTM SMP

oleh -
Kepala Dindik Kota Tangerang, Jamaluddin.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang memutuskan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan membatalkan PTM untuk Sekolah Dasar (SD). Hal itu dilakukan karena didasari oleh kepentingan  keselamatan dan kesehatan pelajar dan guru.

Kepala Dindik Kota Tangerang, Jamaludin mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan verifikasi lembaga penyelenggara pendidikan tingkat SMP, baik negeri maupun swasta. Total ada 40 SMP yang sudah terverifikasi Dindik Kota Tangerang, dan akan menggelar PTM pada Senin (13/9/2021) besok.

“Nanti kami tahap evaluasi seminggu. Jadi, minggu ini dibuka 40 sekolah, minggu depan bisa dibuka 40 sekolah lagi,” jelasnya, Minggu (12/9/2021).

Jamaluddin menjelaskan, sekolah yang menggelar PTM dipastikan berada di zona hijau, dan sudah mendapatkan rekomendasi dari aparatur Kecamatan setempat.

BACA JUGA: PPKM Kota Tangerang Turun ke Level 2, PTM SD dan SMP Segera Digelar 

“Di sekolah yang PTM kami bentuk Satgasnya yang melibatkan semua OPD terkait seperti Dinkes, Satpol, dan Dishub,” ujarnya.

Menurut Jamaluddin, PTM terbatas ini hanya 18 siswa dalam satu kelas yang diperbolehkan mengikuti PTM pada setiap harinya. “Jadi, setiap siswa ikut PTM hanya seminggu sekali,” ungkapnya.

BACA JUGA: Persiapan PTM, PMI Kota Tangerang Sosialisasikan PHBS Pada Pelajar

Kemudian, lanjut Jamaluddin, siswa yang mengikuti PTM terbatas di sekolah harus mendapatkan izin dari wali muridnya melalui surat pernyataan. Selain memberikan izin melalui surat pernyataan, orang tua harus memastikan bahwa kondisi anak didiknya dalam kondisi sehat.

“Nanti orang tua mengantar jemput anaknya di tempat yang telah ditentukan. Lalu, orang tua segera kembali agar tidak terjadi kerumunan,” katanya.

Menurut Jamaluddin, jika ada siswa yang mengalami sakit atau memiliki gejala COVID-19, pihak sekolah yang bekerjasama dengan Puskesmas langsung memberikan penanganan isolasi pada murid tersebut.

Di sekolah, kami siapkan ruang khusus untuk murid yang sakit,” ucapnya.

Jamaludin menambahkan, dalam sehari PTM hanya berlangsung selama dua jam pembelajaran. Mata pelajaran yang diberikan pihak sekolah pun dapat meningkatkan imunitas para siswa.

“Nanti sifatnya masih adaptasi. Jadi, kegiatan lapangan itu tidak ada. Siswa senang-senang dulu, meningkatkan imun,” pungkasnya. (Candra/Aan).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.