PTM di Kota Tangerang Tunggu Instruksi Pemerintah Pusat

oleh -
Ilustrasi: pembelajaran tatap muka (PTM) di salah satu sekolah di Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COMDinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang masih menunggu informasi dari pemerintah pusat untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Pasalnya, sampai saat ini wilayah Kota Tangerang masih dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.

Sementara bilamana merujuk pada persyaratan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI), pelaksanaan PTM bisa dilakukan di wilayah dengan PPKM level 1 sampai 3 saja.

Kepala Dindik Kota Tangerang, Jamaluddin menjelaskan, pelaksanaan PTM di Kota Tangerang belum dapat dilaksanakan, lantaran belum ada instruksi dari pemerintah pusat. Belum lagi Kota Tangerang masih PPKM level 4.

“Lagi nunggu informasi dari kementerian, Kota Tangerang masih level 4,” ujarnya saat dihubungi Redaksi24.com, Senin (23/8/2021).

BACA JUGA: Presiden Jokowi: Pandemi Jadi Koreksi Total Sistem Pendidikan Indonesia

Sementara, lanjut Jamaluddin, untuk vaksinasi terhadap guru sudah mencapai 85 persen. “Kemudian untuk vaksinasi terhadap pelajar di kota ini mencapai 80 persen, itu untuk usia 12 tahun,” katanya.

Vaksinasi terhadap guru dan pelajar yang sudah mencapai 80 persen itu tentunya menjadi dasar persiapan untuk memulai PTM di kota ini, sesuai dengan persyaratan Kemendikbud Ristek RI Nadiem Makarim. Terlebih lagi Kota Tangerang berpotensi akan turun ke level 3 dalam pemberlakuan PPKM.

Sementara itu, menurut Pengamat Pendidikan Universitas Islam Syekh Yusuf (Unis) Kota Tangerang, Eny Suhaeni, bilamana PTM dilaksanakan pada September nanti, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang harus memastikan vaksinasi terhadap guru dan pelajar sudah rampung semua.

“Jangan sampai tercecer, sampai Agustus ini vaksinasi belum terlaksana dengan baik, sementara vaksinasi itu wajib dilakukan dan pelajar belum tersertifikasi vaksin lalu proses pembelajaran dimulai. Itu berarti belum sempurna kebijakan itu (PTM) itu dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Eny mengungkapkan, sistem PTM harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah daerah, agar tidak meninggal PR dan polemik di kemudian hari.

“Sementara kita masih PPKM dan apakah di September nanti itu landai (aman) dari COVID-19, nah itu negara dan pemerintah daerah harus sudah perhitungan matang,” ucapnya.

Eny menambahkan, vaksinasi terhadap guru dan pelajar belum tentu terbebas dari COVID-19, oleh karena itu ia berharap pemerintah membuat persiapan yang matang.

“Pemerintah wajib hukumnya memberikan persiapan yang matang, jangan sampai guru-guru yang disalahkan atau lembaga sekolah yang disalahkan. Itu sistem dan metodenya yang harus dilakukan oleh sekolah itu seperti apa untuk melaksanakan PTM,” pungkasnya. (Candra/Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.