PT Indonesia Air Asia Digugat Pramugarinya Rp9 Miliar lebih

  • Whatsapp
Sidang gugatan kepada PT Indonesia Air Asia di PN Tangerang.

KOTA TANGERANG, REDAKSI24.COM– Sidang gugatan materiil sebesar Rp 9 miliar lebih yang dilakukan oleh seorang Pramugari Air Asia, Helisaratilova Yoseph terhadap perusahaan penerbangan tersebut digelar di Pengadilan Negeri Tangerang.

Dalam gugatannya yang digelar pada Rabu (6/1/2021), Kuasa Hukum penggugat, Eko Prayitno mengatakan, gugatan itu dilakukan, karena pihak perusahaan (PT Indonesia Air Asia) telah berbuat sewenang-wenang terhadap kliennya dengan cara melakukan PHK secara sepihak pada 4 Agustus 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

PHK itu terjadi, imbuhnya, berawal ketika kliennya sedang menjalankan tugas penerbangan di Terminal II Bandara Soekarno Hatta pada 29 Juni 2019 lalu. Saat mempersiapkan penerbangan menuju Denpasar, Bali, kata dia, kliennya yang bertugas sebagai pemimpin awak kabin meminta kepada salah seorang penumpang asal Jerman, Sven Eric Fijer agar menyimpan stroller (kereta dorong anak) di dalam kabin.

Namun imbauan itu, kata dia, mendapat tanggapan  yang kurang baik dari Warga Negara Asing tersebut. Bahkan WNA itu melemparkan strollernya kepada kaki pramugari tersebut hingga lebam. ” Dia sengaja mengangkat dan menjatuhkan stroller itu ke kaki klien saya hingga lebam,” kata Eko.

Melihat keributan itu tandas Eko, Pilot dan kliennya langsung menurunkan penumpang tersebut dari pesawat dan melaporkannya  ke Polres Bandara Soekarno Hatta hingga yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka.

Menyikapi kasus itu, kata Eko, pihak perusahaan meminta kepada kliennya agar mencabut laporan polisi. Karena tidak dituruti, kliennya di grounded hingga berbulan-bulan dan di PHK. ” Sebagai perusahaan, seharusnya bila ada sesuatu yang mengganggu keselamatan karyawannya dibela, tapi ini malah di PHK,” papar Eko.

Karenanya, kata dia, kliennya mengajukan gugatan tersebut di Pengadilan Negeri Tangerang untuk segera dilanjut. Pasalnya, sejak peristiwa itu terjadi, tidak ada upaya baik dari perusahaan. Bahkan dalam mediasi pun mereka tidak pernah muncul.

Menanggapi masalah itu, Majelis Hakim yang diketuai oleh Syamsudin langsung menggelar sidang gugatan. ” Sidang gugatan ini dilanjut, apakah pihak tergugat siap,” kata Ketua Majelis Hakim kepada pihak tergugat.

Karena pihak tergugat minta agar sidang ditunda dengan alasan untuk mempersiapkan semua dokumen, maka sidang tersebut ditunda hingga Selasa (19/1/2021) nanti. “Kami akan segera melengkapi dokumen itu  untuk sidang yang akan datang,” kata kuasa Hukum Tergugat, Emir Zularwab Pohan dengan singkat. (Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.