PT Dolphin Food And Beverages Dilaporkan Buruh ke DPRD Kabupaten Tangerang

oleh -
PT Dolphin Food And Beverages Dilaporkan Buruh ke DPRD Kabupaten Tangerang
Kuasa Hukum Buruh PT Dolphin Food And Beverages, Hendrik menjelaskan, ratusan buruh meminta perlindungan hukum sekaligus mengadukan nasib kepada DPRD Kabupaten Tangerang.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Ratusan buruh mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Tangerang, Banten, di Tigaraksa, Senin (30/5/2022). Mereka mengadukan perusahaan tempatnya bekerja, PT Dolphin Food And Beverages karena belum membayarkan tunjangan hari raya (THR).

Kuasa Hukum Buruh PT Dolphin Food And Beverages, Hendrik menjelaskan, ratusan buruh meminta perlindungan hukum sekaligus mengadukan nasib kepada DPRD Kabupaten Tangerang.

Laporan ini, kata Hendrik, lantaran tuntutan pembayaran THR para buruh yang sudah berlangsung selama 1 bulan, tidak kunjung direspon manajemen perusahaan maupun Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang.

“Intinya kami menyampaikan perlindungan hukum ke Dewan, karena dari awal demo menuntut THR pada bulan april 2022 hingga kini tidak ada kejelasan dari pihak perusahaan atau dari pengawas Disnaker Provinsi (Banten),” jelas Hendrik.

BACA JUGA: Usai Libur Lebaran, Pimpinan DPRD Sidak Sejumlah OPD di Kabupaten Tangerang

Dikatakan Hendrik, selain menuntut THR, ratusan buruh PT Dolphin yang dialihkan menjadi tenaga outsourching pada PT Rajawali Anugrah Semesta itu, juga meminta pihak perusahaan membayarkan hak pesangon mereka.

Menurut Hendrik, kewajiban yang harus dibayarkan PT Dolphin untuk pembayaran THR ratusan buruhnya sebesar Rp900 Juta sedangkan untuk pembayaran pesangon mencapai Rp5 Miliar.

“Karena ada peralihan sejumlah 217 pekerja PT Dolphin ke PT Rajawali (Outsourching) dengan masa kerja yang cukup lama, ini perlu kejelasan hak pesangonnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Nasrullah Ahmad berjanji akan membantu memperjuangkan hak-hak buruh PT Dolphin hingga dibayarkan perusahaan sesuai undang-undang yang berlaku.

“Kami akan kawal terus, hak para buruh harus diperjuangkan,” tuturnya. Maka itu, Nasrullah dalam waktu dekat ini akan memanggil pihak-pihak terkait, diantaranya manajemen PT. Dolphin, PT Rajawali dan UPT Pengawas Tenaga Kerja Provinsi Banten untuk duduk bersama dengan para buruh.

“Kami pertemuan semua pihak terkait pada 9 Juni 2022,” tandasnya.(Deri/Difa)