PSI Tunjukkan Taring Menuju Pilkada Tangsel

  • Whatsapp
Ketua DPW PSI Banten
Dari kiri: Azmi Abu Bakar (Ketua DPW PSI Banten, Muhammad Bima Januri (Ketua Konvensi Penjaringan Calon Walikota Pilkada Tangsel), Andreas Arie Nugroho (Ketua DPD PSI Kota Tangerang Selatan).

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM- Setelah lolos empat kader PSI saat Pemilihan Legislatif bulan April lalu, PSI semakin menunjukkan taringnya menuju Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) pada 2020 mendatang.

Hal itu ditandai dari beberapa tokoh yang memilih PSI sebagai wadah penjaringan Bakal Calon (Balon) Walikota Tangerang Selatan. Hingga saat ini, sudah ada 29 peserta yang mendaftarkan diri dalam Konvensi Bakal Calon Walikota/Wakil Walikota Tangerang Selatan melalui PSI.

Bacaan Lainnya

Sambutan baik datang dari Ketua Panitia Konvensi Penjaringan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan, Muhammad Bima Januri. Menurut Bima, PSI Tangerang Selatan yang memiliki satu fraksi di DPRD Tangsel telah memulai kegiatan pendaftaran konvensi untuk menjaring kandidat Walikota dan Wakil Walikota di Pilkada 2020 sejak tanggal 15 September 2019, dan akan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2019.

“Dengan kekuatan partai yang memiliki 1 Fraksi di DPRD Kota Tangerang Selatan dan didukung oleh kekuatan kader, PSI memiliki daya tarik tersendiri terhadap para bakal calon yang ingin ikut serta dalam konvensi yang kami selenggarakan”, ujar Bima pada siaran pers tertulis yang diedarkan Senin, (07/10/2019).

Bima menambahkan, para calon yang berminat mengajukan diri sebagai Balon Walikota Tangsel masih bisa mendaftar melalui online di www.psi.id/daftarpilkada2020/ dan juga bisa menghubungi Panitia Pelaksana Konvensi di Kantor DPD PSI Tangsel di Ruko Cendana Residence, Serua, Ciputat.

Dari 29 peserta, lanjut Bima, sudah ada 4 nama yang secara resmi telah mengembalikan persyaratan. Mereka merupakan tokoh yang umum dikenal di masyarakat, yakni, Suhendar (pakar hukum dari Universitas Pamulang), Siti Nur Azizah Ma’ruf (anak wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin), Fahd Pahdepie (penulis dan Staf Ahli Presiden RI) dan TB Rahmad Sukendar (BPI KPNPA RI).

Sedangkan beberapa peserta yang lain kata Bima, akan segera mengembalikan syarat beberapa hari kedepan sebelum batas waktu pendaftaran.

Di samping itu, Ketua DPD PSI Tangsel, Andreas Arie Rustam menyatakan, PSI terbuka untuk siapa saja yang akan mendaftarkan diri. Bagi mereka yang dinyatakan lolos dalam konvensi ini, kata Andreas akan mendapatkan dukungan resmi PSI tanpa harus membayar satu rupiah pun.

Dalam proses konvensi ini, lanjut Andreas, PSI akan melibatkan panelis di luar PSI untuk menguji kesesuaian DNA, serta visi dan misi kandidat. Dengan model Konvensi yang transparan dan terbuka ini menurutnya akan melahirkan pemimpin daerah yang jauh lebih baik daripada proses pencalonan dan seleksi di ‘ruang-ruang gelap’ yang yang tak bisa diakses publik.

“Dipastikan dengan konvensi ini, masyarakat dapat berperan serta aktif dalam politik praktis, yaitu dengan mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah. Tetapi, masyarakat berperan serta dalam memilih dan memantau calon yang dianggap kompeten, berkomitmen dan bersih. PSI mencoba menghadirkan calon-calon terbaik bagi Tangerang Selatan yang tentunya bisa membawa perubahan Tangerang Selatan ke arah yang lebih maju.” Ungkap Andreas.

BACA JUGA:

Dimeriahkan Kesenian Palang Pintu, Sekda Muhamad Ramaikan Bursa Pilkada Tangsel

Istri Didorong Bertarung di Pilkada Tangsel, Sandiaga Uno : Butuh Waktu ‘Bernapas’

Menurut Bima, setelah batas pendaftaran yang ditentukan untuk peserta Balon, pihaknya akan melakukan seleksi administratif untuk mengecek kelengkapan administrasi yang disyaratkan.

“Setelah itu peserta yang lolos akan menjalani tahapan seleksi wawancara bersama panelis independen pada tanggal 2-3 November. Setelah itu yang lolos akan masuk ke tahap debat, setelah tahap debat ada tahap uji publik dan terakhir ada tahapan Survey”, pungkasnya. (Alfin/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.