PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Porsi Kelonggaran Ditambah

  • Whatsapp
PSBB Tangerang Raya
Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Tangerang Raya kembali diperpanjang hingga dua minggu ke depan. Artinya, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 itu, diterapkan sampai 26 Juli 2020 nanti.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, PSBB dilanjutkan dengan menambah porsi kelonggaran-kelonggaran, seperti pelaksanaan resepsi pernikahan dan pembukaan pondok pesantren tingkat aliyah.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi, lanjut Zaki, terkait dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya, Pemkab Tangerang masih menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur Banten.

“PSBB dilanjut dengan kelonggaran-kelonggaran baru, salah satunya mengenai pelasksanaan Idul Adha, kami masih menunggu SK gubernur,” kata Zaki usai memimpin rapat perpanjangan PSBB bersama Forkopimda Kabupaten Tangerang di Ruang Rapat Cituis, Puspemkab Tangerang Tigaraksa, Minggu (12/7/2020).

Menurutnya, perpanjangan PSBB ini dalam rangka mempertahankan disiplin masyarakat untuk pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19, diantaranya tentang penggunaan masker, jaga jarak, dan prilaku hidup bersih seperti mencuci tangan yang harus terus diterapkan.

Soal rencana diperbolehkanya kembali acara resepsi pernikahan pada PSBB ke 6, ia menggambarkan, dalam pelaksanaannya dibatasi hanya 30 orang. Terkait dengan hiburan, pihaknya bakal melakukan kajian dan simulasi terlebih dahulu, yang mana hasil simulasinya akan diaporkan ke Gubernur Banten untuk mendapat persetujuan.

“Semuanya begitu, untuk Ponpes juga nanti kami menunggu protapnya, petunjuk pelaksanaannya untuk mulai beroperasi,” jelasnya

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menambahkan, Pemkab Tangerang akan mengkaji dan melihat dahulu peraturan gubernur perihal aktivitas kelonggaran-kelonggaran yang ditambah porsinya pada PSBB ke 6.

“Kami sepakat untuk PSBB Tangerang Raya Provinsi Banten diperpanjang,  tapi ada aktivitas kelonggaran yang ditambah. Kalau sebelumnya sarana peribadatan, sekarang ditambah pondok pesantren dan resepsi pernikahan,” jelasnya (Ricky/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.