PSBB Jilid V, Tempat Makan dan Restoran di Tangsel Boleh Tampung 75 Persen Pengunjung

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid ke V di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini semakin longgar. Pelonggaran tersebut, berlaku untuk sektor usaha makanan dan restoran.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, untuk tempat makan dan restoran ada pelonggaran dilakukan dengan menambahkan persentase jumlah pengunjung untuk makan di tempat. 

Bacaan Lainnya

“Jika sebelumnya, kuota untuk jumlah pengunjung makan di tempat hanya 50 persen dari kapasitas yang dapat ditampung. Tapi di PSBB jilid V ini ditambah 25 persen menjadi 75 persen,” kata Ben melalui telepon WhatsApp, Senin (29/6/2020) malam.

BACA JUGA: Wakil Wali Kota Tangsel Pesimis PSBB ke 4 Dicabut Karena Pelaksanaannya Belum Efektif

Menurutnya, pelonggaran tersebut dilakukan sebagai persiapan adaptasi kehidupan kenormalan baru dan dilakukan secara bertahap. “Kapasitas 75 persen pengunjung ini tentu harus dengan protokol kesehatan Covid-19. Misalnya jaga jarak dan cuci tangan,” tambah Ben.

Diketahui, Pemkot Tangsel melakukan perpanjangan PSBB selama 14 hari hingga 12 Juli 2020 mendatang. Hal tersebut dilakukan lantaran tingkat kepatuhan masyarakat terhadap PSBB dan protokol kesehatan masih rendah yakni 78,8 persen dari idealnya 90 persen.

Ben juga mengingatkan, saat ini kegiatan masyarakat yang menimbulkan keramaian dan kerumunan pun belum diperbolehkan. Misalnya resepsi pernikahan, olahraga profesional seperti futsal dan badminton. Dalam pengawasannya, akan melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

BACA JUGA: Ini Alasan Kenapa PSBB di Tangsel Kembali Diperpanjang

Sementara untuk mall, hingga saat ini baru tiga mall yang diperbolehkan beroperasi dengan tenan tertentu. Yakni Teras Kota Mall, Bintaro Xchange dan Living World Alam Sutera Mall. 

“Untuk mall lainnya, masih tahap pengajuan dan persiapan protokol kesehatan. Untuk usaha lain pun yang masih dilarang, jika memaksa ingin segera beroperasi, harus ajukan izin, menyiapkan protokol kesehatan dan membuat fakta intergritas siap menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” papar Ben.

Sedangkan untuk tempat hiburan, seperti karaoke, spa, panti pijat, dan fitnes center belum diperbolehkan beroperasi. “Kalau melanggar tiga kali, nanti akan ada ancaman pencabutan izin baik izin usaha atau izin mendirikan bangunan,” pungkas Ben. (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.