PSBB Diperpanjang, Layanan Adminduk Tatap Muka Dilaksanakan Karena Terlanjur Sosialisasi

  • Whatsapp
Sejumlah warga di pelayanan adminduk antre.

TANGERANG SELATAN, REDAKSI24.COM – Layanan tatap muka yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan dianggap terpaksa dilaksanakan di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 4. 

Program layanan yang dikonsep untuk diterapkan pada masa new normal itu tetap dilaksanakan, lantaran sudah terlanjur disosialisasikan lewat media sosial (Medsos).

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Heru Sudarmanto. Heru mengatakan, keputusan perpanjangan PSBB baru diterima diwaktu puncak antara perpanjangan atau new normal.

“Layanan tatap muka ini rencana akan dilakukan dimasa new normal. Tapi kebijakan Bu Wali ternyata PSBB diperpanjang. Karena program ini sudah kita sosialisasikan di medsos, tetap kita jalankan,” katanya melalui telepon seluler, Senin (15/6/2020).

Namun demikian, lanjut Heru, layanan tatap muka hanya akan dilakukan selama dua hari Senin-Selasa (15/6/2020). “Tetap kita laksanakan sehari-dua hari saja karena sudah ada permohonan warga yang masuk. Nanti akan kita evaluasi dan bisa dihentikan sewaktu-waktu sesuai hasil evaluasinya,” tambah Heru.

Sebetulnya, terang Heru, meski tengah PSBB untuk pelayanan adminduk diperbolehkan beroperasi membuka layanan. Tentu dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah pengunjung untuk menghindari kerumunan.

“Dalam aturannya disebutkan bahwa untuk instansi publik yang berkaitan dengan pelayanan diperbolehkan dengan jumlah pengunjung yang dibatasi,” terangnya.

Untuk pelayanan perekaman KTP-el, dibatasi hanya untuk 20 perekam dimasing-masing kecamatan. “Kemungkinan akan berebut, siapa cepat dia dapat. Permohonan perekaman ini sesuai dengan permohonan layanan dari WhatsApp tiap kecamatan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan Dedi Budiawan mengatakan, layanan tatap muka dilakukan dengan menggunakan protokol Covid-19.

“Para petugas di pelayanan wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat, masker, face shield dan sarung tangan,” katanya melalui telepon seluler, Senin (15/6/2020). (wvyh/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.