PSBB Diperpanjang Lagi, Pemkot Tangsel Ajukan Pelonggaran Ojol Hingga Hajatan

  • Whatsapp
Perpanjangan PSBB Kota Tangsel
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany bersama Wakilnya Benyamin Davnie.

KOTA TANGSEL, REDAKSI24.COM – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diperpanjang lagi selama 14 hari, atau sampai tanggal 26 Juli 2020. Pemkot Tangsel pun mengajukan sejumlah pelonggaranpun, mulai dari aktivitas ojek online (ojol), salon, hingga pesta pernikahan atau hajatan.

Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, penerapan PSBB kali ini merupakan pelaksanaan ke 7 dengan masa perpanjangan ke 6.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan hasil webinar tadi siang bersama Gubernur Banten, PSBB di Kota Tangsel diperpanjang selama 14 hari ke depan,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Minggu (11/7/2020).

Bang Ben, panggilan akrabnya menjelaskan, dalam perpanjangan PSBB kali ini, pihaknya mengajukan sejumlah pelonggaran aktivitas usaha dan kegiatan perekonomian masyarakat.

“Kami mengajukan ke Gubernur Banten untuk melakukan pelonggaran ekonomi masyarakat seperti salon, car free day dan aktivitas ojol untuk diizinkan beraktivitas. Selain itu, kami juga meminta saran ke gubernur terkait pesta pernikahan dan pelaksanaan kurban nanti,” ungkap Ben.

BACA JUGA: Walikota Tangsel Minta FKUB Jadi Pemersatu Umat Beragama

Disamping itu, Ben menuturkan, soal tingkat kepatuhan masyarakat terhadap PSBB dan protokol Covid-19, kini mencapai sekira 80 persen atau mengalami peningkatan hanya 1,2 persen dari awal pelaksanaan PSBB perpanjangan ke lima sejak 29 Juni-12 Juli 2020.

“Peningkatan ini saya nilai cukup bagus, disandingkan dengan angka kasus Covid-19 selama dua pekan nihil kasus baru,” jelasnya.

Terpisah, anggota Gugus Tugas (Gugas) Covid-19 Kota Tangsel, Suharno mengatakan, hingga saat ini tingkat kepatuhan masyarakat terhadap PSBB dan protokol kesehatan Covid-19 mencapai 80 persen.

“Angka ini sudah cukup baik meskipun masih kurang 10 persen lagi untuk mencapai ideal. Berarti, masih ada 10 persen lagi masyarakat yang belum patuh protokol kesehatan Covid-19 yakni pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan pakai sabun,” tandasnya. (wvyh/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.