Proyek Embung Desa Labuan Pandeglang Mubajir

oleh -
embung labuan
Warga Desa Labuan, Pandeglang, Banten, menunjukan embung yang kondisinya tidak terawat dipenuhi rerumputan gulma.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Proyek pembuatan embung atau danau buatan milik Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, terbengkalai. Sebab danau buatan tersebut tidak difungsikan. Kondisinya tidak terawat, sehingga warga tidak bisa merasakan manfaat dari danau penampungan air tersebut.

Pantauan di lokasi, kondisi bangunan embung Desa Labuan tidak terdapat air, hanya dipenuhi rumput gulma yang tumbuh tinggi. Danau itu juga sepertinya belum selesai maksimal. Beberapa bagian tanggul dan turabnya sudah nampakmretak dan rusak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek embung desa yang memiliki luas sekitar 15 meter persegi dengan kedalaman sekitar 1 meter lebih itu, dibangun tahun 2017 dari program Dana Desa (DD) tahap II.

Ditemui di lokasi, Ketua RT 04 Desa Labuan, Muksin mengatakan, sejak pertama dibangun hingga sekarang ini, embung itu tidak penrah difungsikan. Bahkan sekarang kondisi bangunan terbengkalai dan tidak dilakukan perawatan.

“Tidak ada fungsinya, warga juga tidak merasakan manfaat dari embung itu. Sebab setelah dibangun lalu ditinggalkan,” ungkapnya, Sabtu (25/1/2020).

Diketahuinya, pemerintah membangun embung untuk kepentingan warga, khususnya petani. Karena embung itu dibuat untuk menampung air sebagai cadangan kala musim kemarau. Namun yang terjadi pada embung Desa Labuan kondisinya terbengkalai.

“Harusnya dirawat dan difungsikan, supaya warga petani bisa terbantu dalam mengairi sawah saat musim kemarau,” katanya.

BACA JUGA:

. Desa Cigandeng Pandeglang Bangun Embung Raksasa

. Pejabat Kemendes RI Kunjungi Embung Cigandeng Pandeglang

. Baznas Pandeglang Siapkan Bantuan Bagi Keluarga Penunggu Pasien di Rumah Sakit

Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk pembangunan embung tersebut tidak sedikit, dan juga bukan dana pribadi melainkan anggaran Negara. Tapi manfaatnya tidak bisa dirasakan warga, sementara proyek itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Selain itu warga juga banyak yang komplain. Sebab ketika musim hujan, air dari embung meluap ke permukiman warga,” ujarnya.

Ia berharap, pihak desa melakukan perawatan dan memanfaatkan embung tersebut. Sebab jika musim kemarau, petani kesulitan untuk mengairi pesawahannya. “Bangunan embung ini mubajir hanya menghambur-hamburkan biaya. Makanya kami minta segera difungsikan,” pintanya. (Samsul Fathoni/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.