Proyek Drainase Jalan Nasional Rusak Pagar Rumah Warga Pandeglang

  • Whatsapp
proyek drainase
Paagr rumah warga Pandeglang ambruk setelah adanya aktivitas proyek pembangunan drainase di Jalan Raya Pandeglang-Labuan.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Proyek galian drainase di Jalan Raya Pandeglang-Labuan, tepatnya di Kampung Karyamukti, Desa Sindanglaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, menimbulkan kerusakan pada pagar rumah warga. Bahkan, rumah warga nyaris ambruk tergerus longsor galian proyek drainase.

Pantauan di lokasi, bangunan pagar salah satu rumah warga ambruk dan rumahnyapun nyaris runtuh. Kerusakan itu diduga akibat imbas dari aktivitas galian saluran drainase yang saat ini tengah berjalan.

Bacaan Lainnya

Salah seorang warga sekitar, Uyung mengaku, sangat kecewa atas terjadinya kerusakan bangunan pagar rumah warga yang diakibatkan aktivitas pekerjaan galian drainase jalan. Menurut dia, kejadian itu telah menimbulkan kerugian bagi warga.

“Kami bukan tidak mendukung pembangunan itu. Namun paling tidak jangan sampai menimbulkan kerugian terhadap masyarakat, karena dengan ambruknya bangunan pagar warga, jelas pemilih bangunan itu dirugikan,” ungkapnya, Rabu (25/3/2020).

Menurut dia, pihak kontraktor sebelumnya tidak menyosialisasikan terlebih dahulu kepada warga. Sehingga warga tidak mengetahu program dan nama perusahaan yang melaksanakan proyek tersebut.

“Nah jika ada kejadian seperti ini pagar rumah warga ambruk, lalu mau ngadu kesiapa dan mau minta pertanggungjawaban kepada siapa. Karena kami tidak tahu siapa dan perusahaan apa yang mengerjakan proyek itu,” katanya.

BACA JUGA:

. ODP Belum Tentu Positif Corona, Warga Pandeglang Diminta Jangan Panik!

. Dinsos Pandeglang Diminta Evaluasi Suplayer dan E-warung Sembako BPNT

. Muspika di Pandeglang Gencar Sosialisasi Cegah Covid-19

Terpisah, seorang aktivis Pandeglang, Torik Azis menyayangkan aktivitas proyek drainase jalan itu menimbulkan kerugian bagi warga. Menurut dia, pihak kontraktor harus bertanggungjawab atas kejadian itu.

“Harusnya pihak pelaksana sosialisasi dulu kepada masyarakat, supaya dengan adanya pembangunan drainase itu tidak ada pihak yang dirugikan,” tuturnya.

Dikatakannya, masyarakat juga sangat mendukung dengan ada pembangunan tersebut, tapi jangan sampai ada warga yang dirugikan. “Kami minta pelaksana bertanggungjawab, jika tidak ada pertanggungjawaban terhadap warga yang merasa dirugikan, bisa saja warga menyetop proyek itu,” tegasnya.

Ia juga melihat, proyek itu terkesan tidak transparan. Sebab tidak ada papan informasi pembangunan di lokasi, sehingga masyaratpun tidak bisa mengetahui asal-usul proyek tersebut. “Harusnya juga ada plang proyeknya. Agar warga mengetahui program pembangunan ini, sehingga masyarakat lebih mudah dalam melakukan pengawasan,” tandasnya.(Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.