Proyek CSR Yang Dijanjikan Diduga Fiktif, Kontraktor Tuntut APCRI Kembalikan Dana

  • Whatsapp
Apcri

JAKARTA,REDAKSI24.COM—Sejumlah kontraktor menuntut Asosiasi Pengelola CSR Republik Indonesia (APCRI) mengembalikan dana yang telah mereka setorkan. Mereka merasa tertipu oleh pengurus APCRI yang telah menjanjikan untuk dijadikan mitra dalam melaksanakan proyek penyaluran CSR berupa program Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS).

Direktur PT Smartech Asia Didik Arifani mengaku sejak proses penandatanganan MoU pada September 2019 lalu, hingga kini jaminan pembayaran atas proyek yang akan dikerjakan tak kunjung diberikan.

Bacaan Lainnya

“Mereka tak bisa memberikan jaminan pembayaran seperti yang telah mereka dijanjikan. Mereka hanya mengulur-ulur waktu hingga kami para kontraktor bosan bertanya,” kesal Didik.

Dengan tidak adanya kejelasan tersebut, lanjut Didik, dirinya meminta jajaran APCRI mengembalikan dana kerugian yang telah dikeluarkannya. Pasalnya sebelum MoU ditandatangi dalam proyek yang diklaim sebagai bagian dari program Indonesia Terang tersebut, APCRI telah memungut sejumlah uang sebagai uang pangkal serta uang administrasi yang besarannya hingga ratusan juta rupiah.

“Untuk menjadi mitra proyek pemasangan dan penyediaan PJU kami telah menyetorkan Rp410 juta kepada APCRI,” jelas Didik.

Hal yang sama juga diutarakan Direktur PT Gajahmada Bangun Perkasa, Benny Sugiharto Hasan. Bahkan menurut Benny dirinya telah dijanjikan oleh pengurus APCRI sejak tahun 2018 lalu.

“Pokoknya saya minta pengurus APCRI mengembalikan uang pangkal yang telah kami berikan sebesar Rp300 juta,” kesal Benny.

Benny mengaku, jika pihak APCRI tidak segera mengembalikan uang, maka dirinya beserta kontraktor lainnya yang diperkirakan berjumlah ratusan orang akan melaporkan kepada aparat kepolisian dengan tuduhan penipuan.

“Kami telah cukup bersabar, pokoknya kami minta uang kami kembali,” pungkasnya.(Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.