Protokol Kesehatan Bakal Diterapkan Secara Digital

oleh -
Jika Pandemi Berlangsung Tahunan Protokol Kesehatan aktivitas masyarakat Bakal Diterapkan Secara Digital presiden jokowi, menkes budi gunadi sadikin
Presiden Jokowi menghendaki Prokes yang diterapkan benar-benar praktis dan berbasis digital. Pastinya dapat mengamankan kehidupan sehari-hari serta menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai dasar.

JAKARTA, REDAKSI24.COM – Untuk mengantisipasi bila pandemi COVID-19 berlangsung bertahun-tahun, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya membuatkan peta jalan atau roadmap. Nantinya, penerapan protokol kesehatan (Prokes) pada sejumlah aktivitas masyarakat diatur secara digital.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan permintaan tersebut usai rapat terbatas dengan Presiden di Jakarta, Senin (9/7/2021), sebagaimana disaksikan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

“Bapak Presiden memberikan arahan ke depan kemungkinan besar virus ini akan hidup cukup lama bersama kita. Jadi arahan Presiden, kita harus memiliki roadmap bagaimana ke depan kalau memang virus ini hilangnya butuh tahunan,” ujarnya.

Ia mengatakan peta jalan akan mengatur dan menjaga bangsa Indonesia tetap hidup normal menjalankan aktivitas ekonomi dengan kondisi lebih aman.

“Kami akan segera melakukan pilot project yang mengatur secara digital penerapan Prokes di enam aktivitas utama,” katanya.

BACA JUGA: Perpanjangan PPKM, Mal Mulai Buka, Hanya Pengunjung Yang Sudah di Vaksin Boleh Masuk

Keenam aktivitas tersebut, yakni pertama perdagangan modern seperti mal dan departemen store atau perdagangan tradisional, seperti pasar basah atau toko kelontong. Kedua, kantor dan kawasan industri; ketiga, transportasi darat, laut dan udara.

Keempat, pariwisata, yakni hotel dan restoran; kelima, kegiatan keagamaan, dan keenam, penerapan prokes digital dalam bidang pendidikan.

Dia mengatakan Presiden menghendaki Prokes yang diterapkan benar-benar praktis dan berbasis digital. Pastinya dapat mengamankan kehidupan sehari-hari serta menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sebagai dasar.

“Minggu depan akan mulai di beberapa mal, bekerjasama dengan asosiasi mall Indonesia. Kami juga sudah terintegrasi dengan transportasi udara. Setiap check in akan langsung ketahuan status vaksinasi dan status PCR secara digital,” katanya.

Untuk masuk ke enam aktivitas itu akan dilakukan skrining untuk menentukan seseorang sudah divaksin atau belum. Masyarakat yang sudah divaksin akan masuk dan dapat menerapkan Prokes yang lebih longgar dibandingkan mereka yang belum divaksinasi.

“Sama kalau masuk ke restoran, ada daerah merokok atau tidak. Bisa dibayangkan seperti itu. Untuk yang sudah divaksin satu meja bisa berempat, bisa selamanya buka masker. Tapi yang belum divaksin mungkin satu meja berdua dan ditaruh di ruang terbuka. Hal-hal itu akan diatur dalam bentuk Prokes untuk keenam aktivitas yang tadi disebutkan,” ujarnya.(saberindo/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.