Protokes di Kawasan Pariwisata Pandeglang Dinilai Tidak Maksimal

  • Whatsapp
wisata pandeglang
Petugas salah satu objek wisata di Pandelgang memeriksa suhu tubuh pengunjung dalam simulasi penerapan protokol kesehatan covid-19.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Penerapan protokol kesehatan (Protokes) pada masa new normal di kawasan objke wisata Kabupaten Pandeglang dinilai masih belum maksimal. Penilaian itu bisa dilihat dari simulasi penerapan protokes yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang di salah satu destnasi wisata, Senin (29/6/2020).

Pantauan Redaksi24.com, dalam simulasi itu diperagakan pelayanan bagi wisatawan yang akan memasuki kawasan wisata. Setiap wisatawan dilakukan cek suhu tubuh hingga dua kali pengecekan, pertama di pos penjagaan pintu kawasan, setelah itu dicek lagi di depan pintu fron office serta disarankan untuk cuci tangan dan menggunakan masker.

Bacaan Lainnya

Pada simulasi itu tidak digelar tata cara penanganan bagi wisatawan jika terpapar covid-19. Simulasi hanya dilakukan pada pelayanan wisatawan yang dianggap sehat.

Tim gugus tugas tingkat Kecamatan Labuan, yang juga Kepala Puskesmas Labuan, Angga Iskandar Winata menyambut positif simulasi penerapan protokol kesehatan di kawasan wisata di masa pandemi covid-19 ini.

Namun kata dia, simulasi yang dilakukan hanya pelayanan bagi wisatawan yang kondisi suhu tubuhnya normal, tapi tidak dilakukan bagi wisatawan yang suhu tubuhnya diatas normal atau diduga terpapar covid-19.

“Harusnya memang dilakukan pula simulasi pelayanan protokol kesehatan bagi wisatawan yang terpapar covid-19. Harus bagaimana cara pelayanannya, apakah tetap dibiarkan masuk dengan pelayanan yang berbeda atau disuruh pulang lagi,” ungkap Angga saat menghadiri simulasi penerapan Protokes di salah satu kawasan wisata, Senin (29/6/2020).

Selain itu, pihaknya juga menyarankan ketika destinasi wisata sudah mulai dibuka lagi di masa pandemi covi-19, agar pengelola wisata juga membuat spanduk bagaimana tata cara langkah cuci tangan yang baik bagi wisatawan yang hendak berwisata.

“Kami sarankan pengelola wisata nantinya memasang spanduk, tentang himbauan tata cara melakukan cuci tangan yang baik bagi wisatawan,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Pandeglang, Asmani Raneyani mengatakan, dengan telah dikeluarkannya keputusan protokol kesehatan oleh Kemenkes RI, pihaknya melakukan tindaklanjut dengan sosialisasi dan melakukan simulasi penerapan Protokes di kawasan wisata menuju New Normal.

“Harus bagaimana dan sudah sejauh mana kesiapan pengelola wisata dalam penerapan Protokes,” ujarnya.

Menurutnya, ada sebanyak 189 destinasi jumlah wisata yang tercatat pada dinasnya yang telah dibuatkan kategori penerapan Protokes dalam menghadapi New Normal. Namun, kata dia, dari jumlah sebanyak itu, ada sebagian pengelola wisata yang tidak siap menerapkan Protokes, namun ia tidak menyebutkan berapa jumlahnya dan objek wisata mana saja yang tidak memiliki kesiapan tersebut.

“Pengelola wisata yang sudah menyatakan kesiapannya menerapakan protokol kesehatan sudah mencapai 80 persen. Nanti kami akan evaluasi lagi,” imbuhnya.

Saat ditanya bagaimana langkah Dispar Pandeglang, ketika ada pengelola wisata yang tidak menerapkan Protokes. Asmani mengaku, pihaknya akan merekomendasikan kepada Satpol-PP untuk dilakukan penindakan. Sebab, kata dia, Dispar tidak punya kewenangan untuk mengeksekusi pengelola wisata yang tidak menerapkan Prptokes tersebut.

“Kami hanya memberikan himbauan dan pendataan saja. Jika ada pengelola wisata yang tidak penerapkan Protokes, kami akan merekomendasikan Satpol-PP untuk melakukan tindakan lebih lanjut,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.