Protes Ternak Ayam, Aktivis Amsip Lempari Kantor DPMPTSP Pandeglang dengan Telur Busuk

  • Whatsapp
aktivis amsip, kantor DPMPTSP, ternak ayam, pandeglang, telur busuk
Selain melempari dengan telur busuk, para aktivis Amsip juga membakar ban bekas di halaman kantor DPMPTSP Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Pandeglang (AMSIP), melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Banten, Senin (9/11/2020).

Dalam aksinya, mereka menuntut agar pihak DPMPTSP menutup perusahaan ternak ayam yang dikelola PT Suja, yang ada di Cibogo, Kecamatan Banjar dan PT TCU di Kecamatan Mekarjaya. Kedua peternakan ayam tersebut diduga tidak mengantongi izin.

Bacaan Lainnya

Pantauan Redaksi24.com, terlihat di depan Kantor DPMPTSP Pandeglang, aksi belasan aktivis AMSIP tidak mendapatkan pengawalan dari kepolisian setempat. Karena tidak terlihat aparat kepolisian berseragam yang mengawal jalannya aksi unjukrasa tersebut.

Selain beroerasi, aktivis AMSIP juga melakukan aksi bakar ban dan lempar telur busuk ke Gedung DPMPTSP Pandeglang. Nampak asap hitam pekat menyelimuti sebagian kantor DPMPTSP. Setelah beberapa menit melakukan orasi dan hingga membubarkan diri, tidak ada satupun pejabat DPMPTSP yang menyambangi para demonstran tersebut.

BACA JUGA: Acungkan Satu Jari, Dua Calon KPPS di Pandeglang Didiskualifikasi

Dalam orasinya, Koordinator aksi demo, Yudi Akhyudin mengatakan, peternakan ayam yang dikelola PT SUJA dan PT TCU terbukti tidak memiliki izin. Maka otomatis, limbah B3 dari perusahaan tersebut tidak dikelola dengan baik, bahkan pihaknya menduga dalam perusahaan tersebut tidak memiliki penampungan limbah feses.

“Jika ini dibiarkan maka akan menjadi suatu malapetaka bagi warga sekitar. Tidak hanya itu, pencemaran lingkungan, air dan udara tentu bakal terjadi dan akan banyak pihak yang dirugikan peternakan ayam itu,” ungkapnya.

Ia mendesak, agar pihak DPMPTSP Pandeglang maupun pihak terkait lainnya, agar segera melakukan tindakan dengan cara penutupan jika izinnya belum ditempuh. Jangan sampai adanya perusahaan itu dapat merugikan warga.

“Dampak negatif lainnya dari perusahaan ternak ayam itu menimbilkan gas yang berbau dan memicu kedatangan lalat, dan mencemari lingkungan masyarakat. Maka kami tegaskan agar DPMPTSP segera melakukan penutupan terhadap perusahaan ternak ayam itu,” tegas Yudi.

Koordinator lainnya, Aditia Ikhsan Nurohman menuturkan, pihaknya bukan semata menolak adanya investasi di Pandeglang. Namun ketika perusahaan itu didirikan, tentu harus sesuai prosedur yang berlaku.

Warga mengharapkan ada dampak positif dari perusahaan tersebut, selain penyerapan tenaga kerja dan manfaat lainnya. Pengelola peternakan, kata dia, harus memperhatikan dan mampu meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari aktivitas peternakan tersebut.

“Kami minta ada ketegasan dari pemerintah. Jangan sampai adanya perusahaan ternak ayam itu dapat merugikan warga, kami dukung investor mendirikan perusahaan di Pandrglang, tapi aturan harus ditempuh dengan baik,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pejabat DPMPTSP Pandeglang yang bisa dimintai tanggapannya atas aksi unjukrasa mahasiswa yang menuntut penutupan kedua peternakan ayam tersebut. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.