Protes Polusi Udara, Warga Pakuhaji Dilaporkan ke Polisi

oleh -
Protes Polusi Udara, Warga Pakuhaji Dilaporkan ke Polisi pabrik plafon kabupaten tangerang
Selain bising, warga juga merasa terganggu dengan adanya polusi udara akibat aktivitas produksi pabrik Plafon.

KABUPATEN TANGERANG, REDAKSI24.COM – Anton, warga Kampung Kamal RT 04 RW 05, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, dilaporkan Manajemen PT Adi Jaya Makmur Sejahtera ke Polsek Pakuhaji dengan delik perusakan.

Anton dilaporkan ke polisi setelah bersama warga lainnya melakukan aksi protes terhadap aktivitas PT Adi Jaya Makmur sejahtera dengan melempar batu ke dalam pabrik produksi plafon tersebut pada Senin (20/9/2021) sekitar pukul 19.33 WIB lalu.

Dalam aksi protes itu terjadi aksi lempar batu warga yang menyebabkan kerusakan pada atap dan tembok perusahaan produksi plafon tersebut.

Anton mengatakan, warga saat itu emosi mendengar suara bising yang keluar dari mesin produksi milik PT Adi Jaya Makmur Sejahtera. Selain bising, warga juga merasa terganggu dengan adanya polusi udara akibat aktivitas produksi pabrik Plafon.

“Iya, warga malam itu berkumpul untuk minta pabrik menghentikan aktivitas mesin yang mengganggu orang istirahat karena berisik, tapi tidak digubris pihak pabrik,” kata Anton kepada wartawan Kamis (4/11/2021).

BACA JUGA: Camat Pakuhaji Sebut PT Adi Jaya Makmur Sejahtera Perusahaan Bandel

Buntut dari aksi itu, Anton mendapat surat panggilan dari polisi berdasarkan laporan nomor: B/220/Xl/Res 1 10/2021/Reskrim Sek Pakuhaji, perihal undangan Klarifikasi sebagai saksi tentang adanya dugaan tindak pidana pengerusakan sebagaimana dimaksud dalam pasal 406 KUHPidana.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LSM-BP2A2N, Ahmad Suhud menilai panggilan kepolisian kepada warga yang melakukan aksi protes, akibat lambannya penanganan dugaan polusi udara dari dinas terkait Kabupaten Tangerang terhadap PT Adi Jaya Makmur Sejahtera.

“Warga geram, akhirnya melakukan tindakan lain. Buntutnya pihak perusahaan membuat laporan ke Polsek Pakuhaji dengan dugaan pengrusakan,” ujar Ahmad Suhud.

Hal itu, kata Suhud, tidak bisa dibiarkan dan harus menjadi perhatian khusus semua pihak karena perusahaan yang tidak memiliki izin serta merugikan warga malah justru bebas melakukan aktivitasnya.

“Kami harap polisi obyektif dalam menangani kasus ini. Kami percaya soal penegakan hukum, namun bila dilihat secara utuh dan menyeluruh, tidak mungkin ada asap tanpa ada api, artinya jika perusahaan legal serta tidak berdampak terhadap polusi udara, mungkin hal ini tidak terjadi,” jelas Suhud.(RM1/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.