Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Tangsel Digrebek Tim Gabungan Satpol PP

  • Whatsapp
Lokasi panti pijat

TANGSEL, REDAKSI24.COM- Karena diduga sebagai tempat prostitusi yang berkedok terapis panti pinjat, sebuah Ruko di Jalan R.E. Martadinata, tak jauh dari Pasar Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten digrebek petugas gabungan dari
Satpol PP, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3KB) dan Polres Tangsel.

Penggrebekan pada tempat usaha
Griya Pijat Tradisional Mamdiri Utama itu terjadi, berawal dari informasi warga yang merasa curiga dengan aktifitas di dalam Ruko. Pasalnya selain pintu Ruko selalu ditutup rapat, kaum laki-laki banyak yang datang ke lokasi tersebut.

Bacaan Lainnya

Namun, ketika petugas datang untuk menggrebek, lokasi panti pijat sudah sepi, sehingga petugas hanya mendapati 8 orang wanita tenaga terapis dan 1 orang laki-laki yang sedang dipijat. ” Razianya bocor, sehingga begitu kami masuk, suasana di panti pijat sudah sepi,” kata kepala Bidang Penegak Perundang- Undangan Satpol PP kota Tangerang Selatan, Sapta Mulyana, Senin malam (28/10/2019).

Selain mengamankan 8 orang terapis dan 1 orang konsumen, kata dia,
petuga juga menemukan tumpukan alat kontrasepsi dari salah satu kamar di ruko itu. ” Alat kontrasepsi itu selain ditemukan di salah satu kamar, juga kami temukan di dalam tas salah seoran terapis,’ kata Sapta.

BACA JUGA:

Pasukan Gabungan Unjuk Kehebatan di Kota Tangsel

Kota Tangsel Dihebohkan Akan Adanya Kegiatan Gay Party

Sementara itu Pemilik Panti Pijat Mandiri Utama, Titin, mengaku telah menjalankan usahanya sejak tahun 2008 lalu. Dengan tarif terapis Rp 150 hingga Rp 170 ribu perjam. ‘ Di sini hanya untuk terapis, masalah yang lainnya saya tidak tahu, karena itu urusannya yang ada di dalam kamar,” kata dia.

Akibatnya Titin beserta 8 orang terapis lainnya diamankan ke Polres Tangsel untuk diperiksa atau diproses lebih lanjut. ” karena ini diduga melanggar tindak pidana perdagangan orang (TPPO), maka kasusnya kami limpahkan ke Polres Tangsel, ” kata Sapta. (Alfin/Aan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.