Program Kotaku di Desa Teluk Labuan Pandeglang Telan Dana Rp.17 Miliar Lebih

oleh -
Desa Teluk Labun Pandeglang Program Kotaku
Salah satu lokas pelaksanaan proram Kotaku di Kecamatan Labuan Pandeglang.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Wilayah Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, diguyur dengan program Kotaku Tanpa Kumuh oleh pemerintah pusat.  Melalui Kementerian Umum Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya, pemerintah pusat menganggarkan sebesar Rp17 miliar untuk menjalankan program tersebut .

Pantauan di lokasi, diketahui dari papan informasi pembangunan dalam program tersebut, bahwa nama kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh skala kawasan Teluk, Kecamatan Labuan, dengan Nomor kontrak HK.03.03/ PKP-IsDB/PK/SPK/03/2020.

Nilai kontrak sebesar Rp 17.235.092.872 yang bersumber dari Islamic Development Bank. Kontraktor pelaksana dalam program tersebut yaitu PT Pubagot Jaya Abadi KSO, PT Bintang Milenium Perkasa, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 240 hari.

Ditemui di lokasi, salah seorang Humas dari pihak pelaksana kegiatan Kotaku, Dadi Supriadi mengatakan, ada beberapa item pekerjaan dalam program Kotaku tersebut, mulai dari pembangunan akses jalan sepanjang 700 meter, Talud sepanjang 400 meter, jembatan penyeberangan dan taman di sekitaran muara Cipunten Agung.

“Selain itu, termasuk juga pembangunan pengelolaan sampah. Adapun proses pengerjaan baru berjalan sekitar kurang lebih satu bulan,” ungkap Dadi saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (2/3/2021).

BACA JUGA: Badan Anggaran DPRD Pandeglang Minta Bupati Segera Keluarkan SK Kenaikan Gaji TKK

Dikatakannya, akses jalan yang dibangun yaitu sepanjang pinggir muara Cipunten Agung. Adapun jembatan perlintasan orang, dari TPI I Desa Teluk ke TPI III Pasar Labuan.

“Untuk pembangunan Talud baru proses pemasangan untuk pengedaman. Dan untuk akses jalan baru membuka dan pengerukan sampah-sampah yang ada di titik pembangunan,” katanya.

Sementara, Camat Labuan, Ace Jarnuji mengharapkan, semua pihak bisa turut serta dalam mengawasi program pembangunan tersebut. Terlebih kata camat, anggaran yang digelontorkan pemerintah itu cukup besar, maka agar hasil pembangunan maksimal dan berkualitas, perlu diawasi oleh semua pihak.

Camat juga mengharapkan, karena program Kotaku itu adalah padat karya, maka diharuskan pula ada pemberdayaan terhadap masyarakat sekitar.

“Kalau item-item pekerjaannya saya kurang tahu persis, hanya saja yang diketahuinya saat ini adalah pembangunan jalan, jembatan dan pengelolaan sampah,” tandasnya.(Samsul/Hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.