Pria Tersangka Penjual Istri Terancam Pidana 15 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Polres Cianjur

CANJUR, REDAKSI24.COM—Kepolisian Resort (Polres) Cianjur, Jawa Barat, menetapkan pria berinisial EY yang diduga menjual istrinya sebagai penjaja seks komersial (PSK) secara online dengan tarif Rp 400 ribu sekali kencan menjadi tersangka.

EY, warga Desa Ciherang Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur , oleh kepolisian setempat ditetapkan sebagai tersangka pelaku perdagangan orang dan atas perbuatannya terancam 15 tahun penjara.

Bacaan Lainnya

“EY yang merangkap mucikari ditetapkan  sebagai tersangka karena diduga menjual H, istrinya, sebagai PSK yang melayani tamu di sejumlah hotel dan penginapan. Berdasarkan keterangan tersangka di hadapan petugas, praktik yang dilakukan pelaku sudah berlangsung sejak satu tahun terakhir,” ujar Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, di Cianjur, Senin.

BACA JUGA: Jajakan Istri Secara Online Pria Di Cianjur Diringkus Polisi

Menurutnya, dari kegiatan praktik prostitusi melalui jaringan media sosial yang dilakukan terhadap istrinya, tersangka meminta imbalan Rp100.000 untuk sekali main. Bahkan, tersangka sering meminta imbalan lebih dari H istrinya yang kerap dipaksa melayani lebih dari satu orang pemesan dalam satu kamar.

Pihaknya, sambung kapolres,  akan menjerat tersangka dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 2 dan atau pasal 10 UU RI 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 296 KUHP dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

Kata Juang, hingga kini jajarannya masih melengkapi bukti pemeriksaan dan selanjutnya diserahkan ke penuntut di Kejari Cianjur pengadilan untuk dilimpahkan ke pengadilan yang akan menyidangkannya.

BACA JUGA: Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan dan Perbudakan Bocah di Kabupaten Tangerang

Kepada petugas, EY mengakui sudah menjual istrinya sejak satu tahun terakhir dengan alasan  kebutuhan ekonomi. Selama ini dia menawarkan istrinya dapat melayani tamu lebih dari satu orang dalam satu kamar.

Bukan itu saja, dia pun menawarkan diri untuk memberikan pelayan pada pemesan jika diminta dan mengambil video layaknya kasus yang sama dengan Vina Garut yang sempat viral.

“Karena kebutuhan ekonomi, sekali main kecan tarifnya k Rp400.000. Saya sering menemani kalau ada yang minta bertiga dalam satu kamar. Saya menawarkan jasa melalui media sosial. Satu malam ada dua sampai empat orang pemesan,” ujarnya kepada penyidik.

Timsus Satreskrim Polres Cianjur sebelumnya, menangkap pasangan suami istri dan seorang pemesan dari dalam kamar penginapan di Jalan Raya Cianjur-Cibeber saat razia. Setelah diperiksa petugas, diketahui H kerap dijual suaminya EY sebagai PSK untuk melayani pesanan perilaku seks menyimpang dari pemesan melalui jejaring media sosial.(Fikri/Ant/Jaya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.