Praktisi Hukum Desak Polisi dan Pemerintah Tindak Tegas Pembuang Limbah

  • Whatsapp
Santri Nurul Hikmah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang yang keracunan dirawat di Puskesmas setempat

REDAKSI24.COM—Praktisi Hukum Gufroni SH, MH., mengaku prihatin terkait terjadinya peristiwa keracunan yang dialami 14 Santri Nurul Hikmah di Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Kamis (29/8/2019), karena diduga menghirup bahan kimia Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Gufroni meminta kepada aparat kepolisian dan pemerintah daerah melakukan tindakan tegas bagi pemilik pabrik yang terbukti telah membuang  limbah berbahaya ke kali yang menimbulkan terjadinya keracunan tersebut.

“Jika terbukti polisi dan pemerintah harus menindak tegas agar menimbulkan efek jera sehingga kasus seperti ini tidak terus berulang,” ujar Gufroni kepada Redaksi24.com, Jumat (30/8/2019)

Bacaan Lainnya

Gufroni menjelaskan, berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), bahwa peristiwa yang terjadi di Pasar Kemis yang menyebabkan 14 santri Nurul Hikmah diduga  keracunan bisa dikategorikan telah terjadi pencemaran yang mengganggu kesehatan manusia.  Untuk itu lanjut Gufroni, pemilik pabrik bisa terancam pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak 3 miliar

Selain bisa terkena ancaman pidana penjara lanjut Gufroni, pemilik pabrik juga bisa digugat ganti kerugian baik materil maupun immaterial.

“Pengusaha pabrik juga bisa digugat materil  dan immaterial  karena telah menyebabkan banyak santri yang keracunan dan harus mendapat pengobatan,” jelasnya

BACA JUGA :

14 Santri Nurul Hikmah, Pasar Kemis, Diduga Keracunan Limbah B3

.14 Santri di Pasar Kemis Keracunan Saat Sedang Salat Isya

Polisi Duga Limbah Berasal dari Pabrik di sekitar Pesantren
Sebelumnya sebangak 14 Santri Nurul Hikmah di Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Kamis (29/8/2019) mengalami keracunan karena diduga menghirup bahan kimia Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari salah satu pabrik yang tidak jauh dari pesanten tersebut.

Menurut Rifal Ansori, 35, warga sekitar lokasi, para santri mengalami keracunan setelah mereka mencium bau bahan kimia dari sebuah pabrik yang lokasinya hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pesantren.

Tiba-tiba, kata dia, belasan santri tersebut sesak nafas dan pinsan. Akibatknya dilarikan ke Piskesman Pasar Kemis untuk mendapat pengobatan. (Hendra)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.