Prabowo Ditolak Kampanye saat Pilpres, Gerindra Bakal Rebut Kursi Bupati Pandeglang dari Klan Dimyati

oleh -
Desmon Mahesa
Ketua DPD Partai Gerindra Banten, Desmon Mahesa.

KOTA SERANG, REDAKSI 24.COM – Partai Gerindra mengaku sudah siap menantang klan keluarga Dimyati Natakusumah dalam Pilkada Kabupaten Pandeglang 2020 mendatang. Berbekal kemenangan pada Pemilihan Legislatif (Pileg), Gerindra yakin bisa merebut kemenangan di Pandeglang.

Keyakinan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Gerindra Banten, Desmon Mahesa, Minggu malam (6/10/2019). Pada saat Pilpres April lalu, menurut Desmon, dengan alasan yang belum bisa diterima, helikopter yang membawa Prabowo Subianto tidak diizinkan masuk ke Pandeglang untuk kampanye terbuka.

Sekarang, tegas Desmon, partai besutan Prabowo itu unggul di Kabupaten Pandeglang, bahkan Banten. “Kami akan rebut kepemimpinan itu supaya tidak ada diskriminasi terhadap partai lain. Kami sudah bulat akan mengusung sendiri, tidak akan berkoalisi dengan petahana,” tegas Desmon.

BACA JUGA:

. Pilbup Pandeglang 2020 Diprediksi Bakal Berlangsung Sengit

. Keluarga JB Usung M Nabil Bertarung di Pilbup Pandeglang 2020

. Irna Ingin Lanjut Lagi Bersama Tanto

Desmon menyambut baik kubu Mulyadi Jayabaya ingin ikut berperan dalam Pilkada Kabupaten Pandeglang melawan klan Dimyati Natakusumah. Sebab semakin banyak calon, menurut dia, masyarakat akan semakin banyak pilihan dan itu baik untuk iklim demokrasi di Pandeglang. “Misi kami itu menang, bukan kalah,” ujarnya.

Terkait kemungkinan untuk gabung bersama kubu Mulyadi Jayabaya, Desmon belum mengiyakan. Tapi jika peta politik berubah, dia menyatakan akan tetap menjadi oposisi terhadap kubu petahana. “Situasinya untuk sekarang masih cair, berbagai kemungkinan masih bisa saja terjadi,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten, Iti Oktavia Jayabaya yang malam itu ikut menghadiri tasyakuran Partai Gerindra mengatakan, di iklim demokrasi ini siapa pun bisa mencalonkan diri, tidak memandang putra daerah atau bukan.

“Saya aja kalau mau mencalonkan jadi bupati di Medan itu bisa, selama masih WNI. Tidak ada yang bisa menghalang-halangi. Semua mempunyai hak yang sama,” ujarnya.

Iti mengaku kedatangannya pada tasyakuran Partai Gerindra untuk memenuhi undangan Ketua DPD PArtai Gerindra Banten, Desmon Mahesa. “Tidak ada komunikasi politik, ini murni silaturahmi,” tandasnya.(Luthfi/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.