PPKM Darurat Diklaim Turunkan Mobilitas Masyarakat di Banten

oleh -
mobilitas masyarakat ppkm darurat di banten kabupaten/kota kepala dinas kesehatan banten Ati Pramudji Hastuti kota tangsel
Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, meskipun belum memberikan dampak signifikan, namun PPKM Darurat penting untuk terus diterapkan dalam upaya menekan mobilitas masyarakat.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Hj Ati Pramudji Hastuti, MARS​ menyatakan, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat mampu menurunkan sekitar 30 persen mobilitas masyarakat di seluruh kabupaten/kota provinsi ke 30 tersebut.

“Sudah ada penurunan mobilitas penduduk setelah diberlakukannya PPKM Darurat. Yang sudah ada penurunan di atas 30 persen se- Jawa baru di Kota Tangsel (Tangerang Selatan),” katanya di Kota Serang, Minggu (11/7/2021).

Ia mengatakan, meskipun belum memberikan dampak signifikan, namun PPKM Darurat penting untuk terus diterapkan dalam upaya menekan mobilitas masyarakat.

Karena untuk menekan penularan virus corona varian Delta, kata Ati, harus dapat menekan mobilitas masyarakat sampai 50 persen.

“PPKM Darurat akan terevaluasi apakah memberikan dampak terhadap penurunan kasus dihitung 14 hari setelah diberlakukannya PPKM Darurat,” katanya.

BACA JUGA: Di Banten, Pedagang Disarankan Jual Hewan Kurban Secara Online

Ia mengatakan dengan adanya penurunan di atas 30 persen se-Jawa di Kota Tangsel, sejak Senin (12/7/2021) Kota Tangsel yang sebelumnya zona merah turun menjadi zona oranye penyebaran COVID-19.

Menurut dia, seiring meningkatnya kasus COVID-19 di delapan kabupaten/kota, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit (BOR) juga meningkat. Berdasarkan data per 10 Juli 2021 pukul 12.15 WIB, BOR ruang ICU 94,24 persen, yakni kapasitas tempat tidur 417, yang terpakai 393 dan yang masih tersedia 24 unit TT.

Selanjutnya tempat tidur isolasi BOR 91,39 persen yakni kapasitas 4.218 unit, terpakai 3.855 unit dan masih tersedia 363 unit.

“BOR rumah singgah 94.81 persen yakni kapasitas 906 unit, terpakai 859 unit dan yang tersedia 47 unit,” jelas Ati Pramudji Hastuti.(Ant/Difa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.