PPDB Secara Online di Banten Diklaim Berlangsung Lebih Baik

  • Whatsapp
PPDB Online Banten
Komisi V DPRD Banten menggelar rapat evaluasi PPDB Online dengan Dindikbud Banten.

KOTA SERANG, REDAKSI24.COM – Komisi V DPRD Banten memanggil Dindikbud Banten untuk mengevaluasi pelaksanaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) secara online SMA/SMK/SKh tingkat Provinsi Banten yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Ketua Komisi V DPRD Banten Muhammad Nizar usai Rakor mengatakan, secara sistem, pelaksanaan PPDB online tahun ini sudah ada perbaikan dari tahun sebelumnya. Perbaikan tersebut, lanjut Nizar, salah satunya terkait menu pilihan dalam website PPDB.

Bacaan Lainnya

“Namun, di lain sisi kami juga menekankan agar website setiap sekolah bisa dimaksimalkan, baik dari sisi konten maupun tampilan. Sehingga website yang akan menjadi portal PPDB online, tidak lagi dikelola KCD,” jelasnya, Jumat (19/6/2020).

Politisi Gerindra ini menambahkan, jika pengelolaan PPDB diserahkan ke masing-masing sekolah, kendala jaringan yang selama ini menjadi masalah PPDB Online bisa terselesaikan. “Tapi lagi-lagi mereka bicara anggaran yang tidak ada. Padahal ini bisa diselesaikan dengan cara sayembara misalnya,” ujarnya.

Nizar juga mengantisipasi kepada Dindikbud Banten agar tidak melakukan penambahan Rombongan Belajar (Rombel). Hal itu dilakukan agar siswa baru yang diterima ke sekolah tidak membludak melebihi kapasitas dan target yang ditentukan sebelumnya.

“Saya sudah wanti-wanti dari sekarang ke Dindikbud Banten agar tidak terjadi penambahan Rombel. Kalau tidak tertampung, berikan ke sekolah swasta,” katanya.

Menanggapi itu, Plt Kepala Dindikbud Banten Muhammad Yusuf mengatakan, pelaksanaan PPDB online tahun ini berjalan lancar atas kerjasama seluruh stake holder terkait, termasuk DPRD Banten yang memberikan masukan dalam evaluasi kinerja dinasnya.

“Secara umum seluruh sekolah yang melaksanakan PPDB online di Banten sudah terisi dan tidak terjadi penambahan Rombel seperti yang terjadi pada tahun lalu,” jelasnya.

Adapun, lanjut Yusuf, bagi siswa yang tidak tertampung dalam sekolah negeri, bisa mengambil alternatif ke sekolah swasta. “Kalau semua ditampung ke sekolah negeri, sekolah swasta nanti tidak ada siswanya. Kami sesuaikan saja sedang kemampuan kuota sekolah,” jelasnya.

Terkait jumlah angka kelulusan, Yusuf melanjutkan, di sekolah yang menjadi kewenangan Provinsi Banten untuk tahun ini lulus 100 persen. Hal itu karena kebijakan pemerintah yang meniadakan Ujian Nasional (UN) dan ukuran kelulusannya mengacu pada akumulasi  nilai rapot pada semester sebelumnya.

“Jadi pada masa Pandemi Covid-19 peran guru sangat menentukan dalam mencerdaskan siswa,” tandasnya. (Luthfi/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.