PPDB Online di Pandeglang Lebih Dominan SMP Ketimbang SD

  • Whatsapp
PPDB pandeglang
Panitia PPDB SMPN 1 Labuan, Pandeglang, menerima calon siswa yang mendaftar melalui offline.

PANDEGLANG, REDAKSI24.COM – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di setiap sekolah mulai dari tingkat TK hingga SLTP di Pandeglang sudah dimulai. Mekanisme proses PPDB setiap sekolah dilakukan dengan dua cara, yakni dengan sistem online dan manual.

Tetapi, penerapan sistem online pada proses PPDB tahun 2020 ini, ada perbandingan antara di tingkat SD dan SMP. Sebab dipastikan proses PPDB melalui sistem online lebih dominan pada PPDB tingkat SLTP.

Bacaan Lainnya

“Kalau SD jarak antara rumah calon siswa dan sekolah biasanya lebih dekat, sehingga lebih simple datang ke sekolah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Pandeglang, Taufik Hidaya melalui sambungan telepon, Selasa (23/6/2020).

Menurutnya, untuk sekarang ini PPDB di setiap sekolah di semua tingkatan melalui sistem online. Namun hal itu juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan, karena tidak semua orang tua calon siswa memliki gadget atau handphone android, dan juga tidak semua wilayah memiliki jaringan internet tang bagus.

“Kalau di tingkat SD maupun PAUD rata-rata datang langsung ke sekolah. Guru memandu setiap calon siswa yang daftar melalui offline itu,” katanya.

Dikatakannya, untuk jadwal pendaftaran PPDB saat ini sudah dimulai, baik di tingkat PAUD, SD maupun SMP. Anjurannya tetap melalui online, tapi itupun disesuaikan dengan kondisi lapangan. Dikatakannya, uuntuk penerimaan PPDB juga menerapkan sistem zonasi.

“Sekarang pendaftaran PPDB sudah dimulai baik di tingkat SD maupun SMP. Pihak sekolah sudah mulai melayani para pendaftar,” ujarnya.

Terpisah, Ketua PPDB di SMPN 1 Labuan, Pandeglang, Feby mengatakan, untuk PPDB di SMPN 1 Labuan sudah dibuka sejak 11 Mei lalu hingga 30 Juni nanti. Melanisme pendaftaran yang diterapkan itu melalui online dan offline.

“Kami menggunakan dua cara proses PPDB, baik itu online maupun offline, karena tidak semua masyarakat mampu mengakses internet, sehingga PPDB online juga dilakukan,” tuturnya.

Saat ditanya berapa persen pencapaian PPDB online dibanding dengan offline, Feby mengaku, pendaftar ke sekokahnya lebih dominan melalui online, karena sejauh ini perbandingannya 70 persen online dan 30 persen offline.

“Lebih banyak yang online ketimbang yang daftar secara manual. Namun bagi pendaftar yang datang langsung ke sekolah juga tetap kami pandu, supaya masuk melalui online,” tambahnya.

Saat ditanya lagi apakah PPDB di SMPN 1 Labuan menerapkan sistem zonasi, Feby mengatakan, sistem zonasi tetap diterapkan, namun lingkupnya dalam satu rayon. Adapun jumlah pendaftar yang saat ini sudah masuk, kata dia, sudah ada sebanyak 318 siswa.

“Namun pendaftar lebih banyak yang melakui sistem online. Bahkan sekarang sudah hampir mencapai batas maksimal penerimaan siswa baru,” tandasnya. (Samsul Fathoni/Difa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.